Penukaran Uang Lusuh Capai Rp 1,8 Miliar

AMBON, Siwalimanews – Penukaran uang lusuh yang dilakukan oleh tim ekspedisi di Provinsi Maluku pada Pulau-pulau terluar yakni di Kabupaten SBT, Malteng dan SBB meliputi Pulau Kelang, Luhu, Laimu, Kilmuri, Kilfura dan Pulau Banda, mencapai Rp. 1,8 miliar.

Dalam ekspedisi kas keliling yang dilaksanakan selama satu minggu ini tim membawa uang sebanyak Rp 2 miliar dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku.

“Dari modal Rp 2 miliar yang kami bawa, masyarakat tukar sebanyak Rp 1,8 miliar. Artinya masyarakat yang tukar cukup banyak,” ungkap Deputi Kantor Perwakilan BI Provinsi Maluku Teguh Triyono kepada Siwalima disela-sela penyambutan tim ekspedisi di Kantor BI Maluku, Sabtu (2/11).

Menurutnya, penukaran uang dilakukan, agar masyarakat lebih bangga karena dapat bertransaksi dengan uang layak edar.

“Disini harapan kami uang yang sudah tidak layak edar kami akan tarik, dan kami gantikan dengan uang yang baru. Uang yang sudah tidak layak edar itu, potensi penyakit sangat tinggi, sehingga perlu ditarik,” ujarnya.

Selain itu kata Triyono, dengan melakukan sosialisasi ciri-ciri keaslian uang rupiah juga dapat menimalisir peredaran uang palsu di masyarakat. Masyarakat di daerah terpencil, terdepan dan terbelakang (3T) mereka bisa saja tidak dapat membedakan mana uang palsu dan uang asli, sehingga BI turun untuk melakukan sosialisasi keaslian uang rupiah.

“Masyarakat akan sulit mengenali ciri-ciri keaslian uang rupiah, jadi kita sosialisasi ini untuk menimalisir peredaran uang palsu,” ucapnya.

Dalam setiap eksepdisi kata Triyo­no. pihaknya membawa tim kese­hatan untuk melakukan pengobatan gratis kepada masyarakat yang su­sah menjangkau fasilitas kesehatan, ini dilakukan sebagai bentuk rasa kepe­dulian kepada masyarakat. (S-40)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *