Pengidap HIV-AIDS di Maluku 5.891 Kasus

AMBON, Siwalimanews – Dinas Kesehatan Provinsi Maluku merilis data pengidap HIV-AIDS di Provinsi Maluku terhitung sejak tahun 1994 sampai dengan Agustus 2019 sebanyak 5.891 kasus yang terdiri HIV 4.665 kasus dan AIDS 1.226 kasus.

Dari jumlah itu  Kota Ambon memiliki jumlah pengidap terbanyak yakni 3.816 kasus, diikuti  Kabupaten Malra dengan 701 kasus, Kabupaten Aru sebanyak 509 kasus dan Kabupaten Maluku Tengah dengan 258 kasus.

“Jadi kalau dibandingkan dengan 1994-2018 ada 5.521 kasus atau peningkatan sebanyak 370 kasus sampai dengan Agustus 2019, sehingga berjumlah 5.891,” tegas Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, Meikyal Pontoh saat Pe­ringatan Hari AIDS se­dunia yang dipusatkan di Pattimura Park, Sabtu (30/11).

Hadir dalam peringatan Hari AIDS sedunia itu, istri Gubernur Maluku Ny. Widya Pratiwi Murad Ismail.

Pontoh menjelaskan, peningkatan jumlah pengidap HIV-AIDS dise­babkan karena hubungan sex bebas sebesar 85 persen dan homosex  9 persen. Sementara pengidap yang kebanyakan diserang adalah yang berusia diantar 15-39 tahun.

“Jadi ini menjadi konsen pemerin­tah karena di tahun 2030 ditetapkan epidemis HIV-AIDS di Provinsi Maluku sehingga butuh kerja keras bersama untuk mewujudkan Maluku bebas HIV AIDS,” kata Pontoh.

Dirincikan untuk Kabupaten Buru sebanyak 74 kasus (1%), Kabupaten Buru Selatan (24 kasus (0,003%), Kota Ambon 3.816 kasus (65,2 %), Kabupaten SBB 62 kasus (1%), Kabupaten Maluku Tengah 258 kasus (4%), Kabupaten SBT (41 kasus (1%), Kota Tual 164 kasus (3%), Kabupaten Malra 701 (12%), Kabupaten Aru 509 kasus (9%), KKT 153 (2%) dan kabupaten MBD 95 (2%)

Berantas HIV/AIDS tambah Pon­toh butuh kerja sama dengan selu­ruh pelaksana pelayanan keseha­tan, baik pemerintah maupun non pemerintah. Dimana dalam mencapai target nasional HIV-AIDS, bagai­mana meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat dalam men­cegah menanggulangi serta meme­rangi stigma dan diskriminasi ter­hadap HIV-AIDS.

Selain itu juga perlu meningkatkan kepedulian, kasadaran masyarakat tentang pentingnya mengetahui status diri sendiri, terutama bagi mereka yang beresiko. Butuh kerja keras bersama untuk mewujudkan Maluku bebas HIV-AIDS.

Sementara itu Gubernur Maluku, Murad Ismail dalam sambutannya yang dibacakan Penjabat Sekda Maluku, Kasrul Selang mengatakan, peringatan hari AIDS sedunia tahun 2019 ini ada berapa hal yang mesti ditegaskan.

Pertama hari AIDS sedunia harus diperhatikan setiap tahun merupa­kan hasil dari pertemuan menteri kesehatan sedunia tada tahun 1988, ketika mendiskusikan program penanggulangan HIV AIDS.

Tujuannya untuk mengingatkan pentingnya peran dan komitmen negara-negara di dunia dalam upaya penanggulangan HIV-ADIS. Kedua tema global hari AIDS sedunia tahun 2019 yaitu ‘Communities Make The Differemce’. Tema ini dipilih karena dirasakan komunitas memberikan kontribusi yang besar bagi respons HIV-AIDS.

Indonesia menurutnya juga meng­adopsi tema tersebut sebagai tema nasional hari AIDS sedunia yaitu ‘Ber­sa­ma Masyarakat Meraih Sukses’.

“Melalui teman ini saya mengajak seluruh lapisan masyarakat meraih sukses mencapai ‘Triple Eliminasi’ HIV-AIDS pada tahun 2030, yaitu tidak ada lagi infeksi baru HIV, tidak ada lagi kematian karena AIDS dan tidak ada lagi stigma dan diskri­minasi terhadap odha,” tegas Gubernur. (S-39)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *