Pengembangan Kapasitas ASN tak Ada Tawar Menawar

AMBON, Siwalimanews – Gubernur Maluku, Murad Ismail mengingatkan kepada CPNS bahwa pengem­bangan kapasitas ASN tidak ada tawar menawar.

Hal ini sesuai dengan tun­tutan reformasi biro­krasi yang menghendaki tersedianya standar kom­­­petensi ASN yang jelas, sehingga kinerja­nya harus dapat dirasa­kan langsung oleh masyarakat.

Penegasan ini disampaikan gubernur dalam amanatnya yang dibacakan oleh Penja­bat Sekda Maluku Kas­rul Selang, ketika membuka pelatihan dasar CPNS golongan III angkatan X yang berlangsung di Kantor BPSDM Maluku, Senin (13/1).

Pelatihan dasar ang­ka­tan X ini diikuti oleh 121 peserta dari tiga kabupaten yakni  Kabupaten Kepulauan Tanimbar 118 orang, Kabupaten Maluku Tenggara 2 orang dan Kabu­paten Buru 1 Orang.

Gubernur mengatakan, pen­didikan dan pelatihan aparatur pemerintah pada dasarnya me­rupakan proses transformasi kualitas sumber daya manusia aparatur, yang menyentuh empat dimensi yaitu, dimensi spiritual, intelektual, mental dan phisikal yang terarah pada perubahan mutu.

Empat dimensi tersebut, kata gubernur guna terwujudnya sosok ASN, abdi negara dan abdi mas­yarakat. “ASN harus memiliki inte­gritas dan kemampuan profesional yang tinggi dalam memberikan pe­layanan kepada masyarakat sehi­ngga kapasitas aparatur tidak ada tawar menawar,” tegas gubernur.

Untuk itu, gubernur kembali me­ngingatkan kepada semua peserta agar janganlah pandang pelatihan ini hanya sebagai sebuah tahapan guna merubah status CPNS menjadi ASN.

Pelatihan dasar haruslah dimaknai sebagai proses pembentukan kom­petensi dasar atau kompetensi awal masing-masing pribadi, agar sema­kin terampil dan mampu melak­sanakan tugas dan tanggungjawab sebagai pelayan publik.

“Tuntutan reformasi birokrasi yang menghendaki tersedianya standar kompetensi ASN yang jelas. Sehingga kinerjanya dapat dira­sakan langsung oleh masyarakat,” tandasnya.

gubernur menambahkan melalui metode dan strategi dalam proses belajar mengajar yang akan diterapkan oleh para widyaiswara, fasilitator maupun instruktur selama penyelenggaraan pelatihan dasar golongan III ini, akan membentuk profil ASN yang profesional, mampu menunjukan loyalitas dan etos kerja yang tinggi dalam pelaksanaan tugas pelayanan publik.

“Saya berharap setelah mendapatkan bekal pengetahuan selama pelatihan dasar kalian akan menjadi ASN yang profesional, mampu menunjukan loyalitas dan etos kerja serta dapat melayanai publik dengan baik,” tandasnya lagi. (S-39)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *