Pengaman Darurat Dibangun Lindungi Warga Waiyori

AMBON, Siwalimanews – Kepala Dinas Peker­jaan Umum dan Pena­taan Ruang (PUPR) Ko­ta Ambon, Enrico Mati­taputty mengaku, pi­hak­ny telah turun meli­hat kondisi ambruknya talud penahan sungai di Dusun Waiyori, De­sa Passo, Kecamatan Baguala, Sabtu (5/10).

PUPR sudah berko­or­dinasi dengan Ba­dan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon dan telah dibangun pengaman darurat.

“Kita sudah turun kemarin, dan tim sementara melakukan verfikasi. Karena kita sudah lakukan koordi­nasi dengan BPBD,” kata Enrico Matitaputty kepada Siwalima, di Ambon, Selasa (8/10).

Matitaputty menjelaskan, saat ini PUPR tak memiliki anggaran untuk membangun talud. Namun BPBD telah melakukan penangan darurat dengan membangun talud menggu­nakan karung.

“Kita tidak punya program angga­ran, karena itu kan tiba-tiba, itu biasanya kan ada tanggap darurat bencana di BPBD. Dan saya sudah koordinasi dengan kepala BPBD, untuk  amankan sementara dengan karung, karena tidak serta merta untuk melakukan pembangunan permanen,” ujarnya.

Tak hanya di talud Waiyori, na­mun kata Matitaputty, pihaknya ju­ga telah turun dan melakukan verifi­kasi terhadap talud di Dusun Kate-Kate, Desa Hunuth, Kecamatan Teluk Ambon yang juga ambruk.

Ambruk

Seperti diberitakan, akibat hujan deras yang mengguyur Kota Ambon Jumat (4/10) hingga Sabtu (5/10), mengakibatkan talud penahan sungai di RT 58/RW 011 Waiyori, Passo Ambruk.

Selain itu, talud di Dusun Kate-Kate, Desa Hunuth, Kecamatan Teluk Ambon sepanjang 35 meter juga roboh.

Ambruknya talud Waiyori sepan­jang kurang lebih 100 meter yang terjadi Sabtu sekitar pukul 10.00 WIT itu, mengancam sejumlah rumah war­ga yang berada dekat talud ter­sebut.

Talud Waiyori dibangun menggu­nakan APBD Maluku tahun 2015 sepanjang 300 meter. Proyek ini diba­ngun menggunakan dana aspirasi anggota DPRD Maluku, Julius Pattipeiluhu senilai Rp 1,8 miliar.

Warga mengeluh, karena tak ada perhatian dari Pemkot Ambon. Padahal belasan rumah warga yang berada di bantaran sungai Waiyori dalam kondisi terancam.

Tak hanya talud Waiyori, namun talud penahan tanah sepanjang 35 meter di RT 004 dan RT 005/RW03, Du­sun Kate-kate, Desa Hunuth, Ke­camatan Teluk Ambon, juga roboh pada Sabtu (5/10)  sekitar pukul 08.00 WIT.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Ambon, David Passal mengatakan, setelah mene­rima laporan pihaknya langsung turun untuk memberikan bantuan logistik.

“Iya, kami mendapat laporan dari warga bahwa ada talud roboh di Kate-kate, dan petugas sudah turun untuk memberikan bantuan terpal, guna menutup talud tersebut,” kata Passal kepada Siwalima melalui telepon selulernya.

Berdasarkan laporan, kata Passal, tak ada korban jiwa. Rumah warga juga tidak mengalami dampak. “Tak ada korban, dan juga tak ada rumah warga yang ikut longsor bersamaan dengan talud,” ujarnya. (S-40)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *