Pendeta Sesat Ngaku Tuhan, Setubuhi Belasan Gadis

AMBON, Siwalimanews – Pendeta Gereja Kristen Protestan Injil Indonesia (GKPII), Elvis Umpenawany menyetubuhi belasan gadis.

Warga Desa Rumberu, KM 9, Kecamatan Inamosul, Kabupaten Seram Bagian Barat ini mengaku sebagai Tuhan. Ini modus yang dipakai oleh pelaku untuk menggarap dara muda.

Informasi yang dihim­pun Siwalima, menyebut­kan, aksi pendeta sesat ini sudah dilaporkan warga ke Polres SBB sejak April 2019. Namun proses hukum kasus ini berjalan lamban.

Pelaku diketahui ber­naung dibawah GKPII de­ngan jemaatnya bernama Genesis, yang tersebar di be­­berapa daerah di Maluku.

Pelaku saat masuk ke Desa Rumberu sejak tahun 2014 silam mengaku, kalau dirinya sebagai Tuhan yang ditu­runkan terakhir ke muka bumi. Dengan ajaran sesat itulah, pelaku berhasil meniduri se­jumlah gadis. Malah ada yang sampai hamil.

Sejumlah saksi sudah diperiksa oleh Polres SBB. Lima diantaranya adalah saksi korban. Sementara lainnya merupakan saksi mata dan yang mendengar pengakuan Elvis sebagai Tuhan.

“Ada saksi yang lihat kejadian terjadap wanita yang hamil itu sudah diperiksa. Namun karena takut sehingga tidak berani buka mulut. Sementara saksi yang hamil sudah dipanggil tapi tidak mau datang,” kata sumber.

Hingga kini pelaku bebas ber­keliaran dan belum disen­tuh oleh polisi.

Kasat Reskrim Polres SBB AKP Mido Yohanes Manik yang dikonfir­masi tak mengangkat telepon. Pesan whatsapp yang dikirim hanya di­baca, namun tidak dibalas.

Sementara Kabid Humas Polda Maluku Kombes Mohamad Roem Ohoirat membenarkan laporan kasus tersebut.

“Ada laporan polisi tertanggal 2 Juli 2019, masih ditangani di Polres,” katanya. (S-27)

12 tanggapan untuk “Pendeta Sesat Ngaku Tuhan, Setubuhi Belasan Gadis

  • 11/13/2019 pada 6:04 pm
    Permalink

    Jadi Pelayan atas nama Rakyat harus jujur mementingkan kepentingan Rakyat bukan kepentingan orang per orang atau pribadi

    Balas
  • 11/13/2019 pada 8:03 pm
    Permalink

    Selamat Malam, atas pemberitaan Kasus se orang Pdt atas Nama Elvis Unpenewany suda di berhentikan tidak hormat berdasarkan SK NOMOR:R-003/BPPJJ/D.10/ 01- 2016, serta mencabut status Keangotaan dari GKPII. tgl 11 Januari 2016,
    Di berhentikan dengan dasar menganut Ajaran Sesaat,
    Termasuk Lin Kuhuwael sebagai Ketua Umum Sinode GKPII di berhentikan atas dasar memelihara Kejahatan dan melindungi Kejahatan seperti Kasus Ajaran Sesaat, sehingga Lin Kuhuwael diberhentikan dalam Rapat Luar biasa dengan Surat Keputusan: R- 001/ BPPJJ/ I/ D.10/ 12- 2015 Kemudian di tingkatkan dan di tingkatkan menjadi MUNAS ISTINEWA di Semarang tahun 2017, dengan Agenda tunggal Memilih Ketua Umum SINODE dan Sekretatis Umum SINODE Sisa masa Jabatan pada periode 2014-2019 sesuai dengan AKTA TATA DASAR GKPII yg merupakan Landasan Hukum dan Konstitusi GKPII, bertolak dari kasus tersebut maka Lin Kuhuwael dan Elvis Unpenewany tidak lagi sebagai Pdt pada GKPII, kami sebagai Warga Gereja berharap kasus ini segera di tindak lanjuti oleh pihak keluarga yang menjadi korban dan pihak penegak Hukum, Terlepas dari itu Pemerintah Harus melihat kasus tersebut serta membekukan ajaran Sesaat yg di lakukan oleh mereka, secara kelembagaan GKPII akan melaporkan LIN KUHUWAEL dan Elvis Unpenewany kpd pihak penegak Hukum, telah mencemarkan Nama Lembaga gereja GKPII, kami Warga GKPII dari sabang sampe Meraoke tidak mengenal Lin Kuhuwael sebagai Ketua Umum GKPII dan Elvis sebagai Pdt GKPII.

    Balas
      • 11/18/2019 pada 10:44 am
        Permalink

        Vecky anda tulis itu pikir dulu, anda sebagai apa,anda tulis krna kalian barisan sakit hati, dengki, Tunggu waktu Tuhan buat kalian, kalian tabur kejahatan kalian akan menuai sampai 7 turunan, kalian itu sinode ilegal yg hanya jadi sampah di tubuh gereja GKPII.semoga kalian bertobat dan sadar.Tuhan Yesus yg maha tau hati kalian, mau ditutupi bagaimanapun akan terbongkar semua niat jahat kalian.semoga Tuhan mengampuni setiap fitnah yg kalian lakukan

        Balas
  • 11/14/2019 pada 8:36 am
    Permalink

    Apakah bapak ibu punya bukti…

    Jangan suka mendoktrinisasi dan menghakimi seseorang…

    Ada bukti baru bicara jnk koar2 di sosmed dan media sosial…

    Balas
  • 11/14/2019 pada 2:14 pm
    Permalink

    Berita ini bisa dianggap berita palsu. Kok polisi belum ditangani sampai saat ini. Juga tidak lengkap juga karena, nama lengkapnya dari masing-masing belasan gadis itu tidak disebut.

    Semacam mereka ini, mesti harus lengkap. Karena dilihatnya tak meyakinkan. Dan saya sendiri tidak percaya. Sebab terlalu agak memojok. Terima kasih.

    Balas
  • 11/14/2019 pada 7:01 pm
    Permalink

    Pak Sandi di Pulau Jawa saja terutama didesa-desa masih banyak orang susah yang pernah saya jumpai, saya adalah orang asli Papua dan sudah saya pernah atau berkali-kali turun jalan di desa, sedangkan Pak Sandi kapan turun ke pelosok desa di Jawa, Pak sandi itu hanya tinggal di Kota hanya naik turun mobil saja. Sebaiknya jangan asal ngomong. Orang Papua berteriak bukan minta makan tapi Orang Papua berteriak minta keadilan, karena semua aktifitas di Papua dikuasai oleh Bangsa Indonesia Melayu, sedangkan orang Papua menjadi penonton di segala bidang. Hal ini bukan berarti Orang Papua Bodoh tetapi Orang Papua saat ini sudah beda jauh. Jadi sebaiknya Orang Indonesia berhenti menilai orang Papua dari satu segi saja, apa lagi Pak sandi tak pernah turun di Papua, dan juga saat ini banyak Pejabat Jakarta yang bernyanyi di Media tentang Papua, lebih baik berhenti sudah. Lebih baik Mari Kita Intropeksi diri, apa benar kata-kata yang saya keluarkan ini menyimbulkan masalah atau tidak. Semoga sadar.

    Balas
  • 11/15/2019 pada 3:45 am
    Permalink

    Kalau benar, ini sangat memalukan dan sangat bejat. Apalagi bawa2 ajaran Kristiani. Semoga segera ditindak sesuai dgn perbuatannya….

    Balas
  • 11/17/2019 pada 12:41 pm
    Permalink

    Allah tdk tidur ,balasan itu pasti datang ,cepat atau lambat,Allah maha perkasa

    Balas
  • 11/21/2019 pada 6:33 am
    Permalink

    Pak Agusto tidak ada yang barisan Sakit hati saya tulis sesuai dengan Realita dan kenyataan di Lapangan, kalian bukan Lagi Mengunakan Lembaga GKPII, Kalau Paham benar soal Kinstitusi GKPII mari ke mari biar saya ajar juw soal Kinstitusi biar paham, jangan memutar balikan fakta, Pdt Lin Kuhuwael itu Jelas2 Salah dan Kasus Elvis bukan baru terjadi sekarang anda ingat Hasil Munas 2009, dan beberapa pdt di Pecat karna Ajaran Sesaat, Kenapa Pdt Lin Kuhuwael masih menggunakan Elvis sebagai Pdt dan Sebagai Ketua Panitia, Kalau anda mau adu argumen mari kita ada sama2 dalam satu Qorum biar anda tau yang sebenarnya, saya ingatkan anda sekali lagi Saudara Agusto Bahwa anda tidak Lagi mengunakan Nama Lembaga GKPII karna kantor Sinode anda sudah pindah ke Jakarta, anda Paham itu.

    Balas
  • 11/28/2019 pada 4:17 pm
    Permalink

    Memalukan…. beta berdoa semoga tuhan kirim malaikatnya buat tampar kamu semua yg mengaku hamba hambaNya yg ribut di sosmed.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *