AMBON, Siwalimanews – Operasi SAR pencarian terhadap nelayan asal Desa Sahulau, Kecamatan  Elpaputi, Kabupaten Malteng, telah dilakukan selama tujuh hari akhirnya dihentikan. Korban atas nama Marthan Tuni ini pergi mencari ikan di muara Kali Mala Desa Sahulau sejak tanggal 21 September kemudian dilaporkan hilang hingga saat ini.

“Kita telah berusaha melakukan pencarian selama tujuh hari dan tidak ada tanda-tanda ditemukannya korban, maka operasi  SAR dinyatakan ditutup,” ujar Kepala Basarnas Ambon, Djunaidi dalam rilis yang diterima Siwalima, Minggu (27/9).

Dengan ditutupnya operasi pencairan, pihak Basarnas akan tetap melakukan pemantauan dan pemapelan di lapangan.

“Jika ada informasi tentang keberadaan korban, Operasi SAR akan dibuka kembali. Dan kepada unsur potensi SAR yang terlibat kami ucapkan terima kasih,” tandasnya.

Hilang Ketika Melaut

Baca Juga: Kinerja Panitia Penjaringan Raja Negeri Siri Sori Amalatu Amburadul

Marthin Tuni, seorang nelayan asal Desa Sahulu, Kecamatan Elpaputih, Kabupaten Maluku Tengah hilang saat melaut di muara kali Mala, Senin (21/9).

Nelayan tersebut hilang sekitar pukul 07.00 WIT. Tim SAR melakukan pencarian pada sejumlah titik namun belum berhasil ditemukan.

Kepala Basarnas Ambon Djunaidi dalam rilisnya kepada Siwalima, Selasa (22/9) menje­laskan, pihaknya mendapatkan laporkan bahwa hingga sore pukul 17.15 WIT korban belum pulang ke rumahnya.

“Jadi setelah kita dapat laporan, Senin sore sekitar pukul 17.15 WIT, malam itu tim langsung melakukan pencairan di lokasi kejadian: 03°14’493 S – 128°50’27.173 E atau jarak dari pelabuhan KPP Ambon ke LKP :  ± 140 KM,” ujar Djunaidi.

Untuk memaksimalkan proses pencairan, kata Djunaidi, lokasi pencairan operasi SAR di perlebar dari lokasi sebelumnya.

“Tim kita sebar ke areal yang lebih jauh A, 3° 222 47” S, 128° 47’ 183 E, B. 3° 11’ 373 S, 128° 47’ 183 E, C. 3° 11’ 373 S, 128° 58’ 363 E, D. 3° 22’ 473 S, 128° 58’ 363 E dan sampai malam ini korban belum kita temukan,” terang Djunaidi.

Djunaidi mengaku, proses pancairan korban melibatkan Team Rescue KPP Ambon, Polsek Teluk Elpaputih, Kodim 1502 Masohi dan masyarakat setempat.

Menurutnya, alat yang digunakan dalam operasi pencarian adalah Rubber Boat dan longboat masyarakat.

“Dalam operasi SAR hari kedua (Selasa-red) melibatkan banyak unsur termasuk masyarakat setempat, namun hasilnya masih nihil,” tandasnya. (S-39)