MASOHI, Siwalimanews – Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah akan mengintervensi pembangunan permukiman kawasan adat terpencil (KAT) di wilayahnya. Bahkan tak tanggung tanggung, kawasan itu disiapkan menjadi icon permukiman adat di Maluku.

“Tahun ini kita siap mengintervensi pembangunan permukiman adat tradisional yang disiapkan menjadi icon, kawasan percontohan permukiman adat. 24 rumah akan dibangun di dusun Usali,Tehoru dalam tahun ini,” janji Bupati Tuasikal Abua, kepada wartawan di Masohi, Kamis (26/8).

Pembiayaannya kata Bupati melalui DAK tahun anggaran 2021 dan tahun 2022  sebanyak 44 unit per Kepala Keluarga.

Kawasan permukiman adat yang dibangun pemkab di Wilayah Dusun Usali Negeri Hatumette melalui Dinas Perumahan dan Permukiman, tetap akan mempertimbangkan kearifan lokal.

“Kontruksinya tetap sesuai dengan kearifan lokal masyarakat setempat, dimana seluruh bangunan rumah itu disesuaikan dengan budaya adat istiadat setempat. Pemerintah sifatnya menyiapkan dana, sementara lokasi permukiman disiapkan masyarakat. Hal ini dimaksudkan, agar nilai historis adat di wilayah itu tidak dihilangkan,” ujar Tuasikal.

Baca Juga: Dana BOS Harus Dikelola Secara Transparan

Kawasan permukiman adat di dusun Usali, Negeri Hatumette, kata Bupati, nantinya akan menjadi icon kawasan permukiman adat.

Untuk itu, diharapkan seluruh rencana yang telah digagas dinas teknis, dapat berjalan dengan lancar, sehingga upaya pembangunan permukiman adat tradisional itu dapat berjalan sesuai rencana.

Untuk diketahui Dusun Usali yang berada di Wilayah Negeri Hatumette, Kecamatan Tehoru, Maluku Tengah, adalah masyarakat adat terpencil yang murni dan belum terpengaruh budaya modern saat ini.

Dusun ini didiami beberapa suku yang masih menyatu dengan alam. Hampir seluruh warganya masih mengunakan bahasa asli dan tidak mengerti bahasa Indonesia. Olehnya adalah suatu prestasi bagi Pemkab Malteng yang mampu membangun komunikasi dengan baik, sehingga masyarakat disitu menerima adanya pembangunan permukiman di wilayah mereka. (S-36)