AMBON, Siwalimanews – Pemerintah pusat (pempus) melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyiapkan sebanyak Rp 2 milyar lebih anggaran pembangunan pasar Hitu yang terbakar belum lama ini.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Maluku, Elvis Pattiselanno saat rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPRD Provinsi Maluku di gedung Baileo Rakyat Karang Panjang Ambon, Kamis (12/3).

Menurutnya, pembangunan Pasar Hitu akibat kebakaran berasal dari dana tanggap darurat. Kemendag menyediakan anggaran pembangunan pasar senilai Rp 2-3 milyar.

“Jadi kalau kita bangun pasar yang terbakar tahun ini seperti Pasar Hitu itu pempus menyediakan dana tanggap darurat untuk 34 kios dengan anggaran Rp 2- 3 milyar,” jelas Pattiselanno.

Ada dua opsi yang ditawarkan Kemendag, yang pertama, kalau pasar itu mau di bangun segera tahun ini, maka dipakai menggunakan anggaran tanggap darurat. Kedua, pasar bisa juga dibangun tahun depan dengan tipe C, dimana anggaran kurang lebih Rp 6,3 miliar lebih.

Pattiselanno mengatakan, terhadap dua opsi tersebut, pemerintah daerah memutuskan untuk dibangun tahun ini dengan anggaran yang telah disiapkan oleh kementerian dengan menggunakan anggaran darurat.

Kedua opsi itu katanya disampaikan langsung Direktur Sarana dan Distribusi Dirjen Perdagangan Dalam Negeri kepada Dinas Perindustrian Maluku di Jakarta. Pattiselanno mengaku, pihaknya  sementara menyiapkan proposal dan proposal tersebut harus dibawah ke Bupati Malteng untuk ditandatangani, karena pihak Kemendag tidak mau ditandatangani oleh gubernur melainkan harus Bupati. Sebab kedepannya pasar tersebut harus segera dihibahkan ke kabupaten.

Itu perintah dari pemerintah pusat, karena itu dalam minggu ini paling lambat hari Senin (16/3), usulan itu dengan gambar sudah harus terima di Kemendag. Kalau itu mau dibangun dengan dana tanggap darurat kurang lebih untuk 34 kios dengan anggaran Rp 2-3 milyar,” kata Pattiselanno. (Mg-4)