Pempus Kuncurkan Anggaran Revitalisasi Pasar Mardika Rp 160 M

AMBON, Siwalimanews – Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Penetaan Ruang (PUPR)  menguncurkan anggaran revitalisasi Pasar Mardika Kota Ambon sebesar Rp 160 miliar.

“Revitalisasi pasar Mardika akan dilakukan di tahun 2020 dengan ang­­garan dari Kementerian Perda­gangan serta PUPR sebesar Rp. 160 miliar,” jelas Sekretaris Kota Ambon, Anthony Gustaf Latuheru kepada wartawan disela-sela tinjauan Pasar Mardika, Rabu (9/10).

Menurutnya, pembangunan Pasar Mardika akan direvitalisasi menjadi pasar moderen namun tetap memper­tahankan ciri khas pasar tradisional. Pasar ini akan dilakukan di lokasi lama dan sesuai rencana dilakukan dalam jangka waktu dua tahun.

“Kita datang untuk melihat lokasi mana saja yang nanti akan kena pem­bangunan itu, sekaligus kita beritahu kepada pedangan-pedagang disini bahwa, nanti harus hadir  Minggu depan itu akan dilaksanakan sosialiasi,” kata Latuheru didampingi Asisten II Pemkot Robby Sapulette dan Kadis Disperindag, Pieter Leu­wol dan sejumlah pegawai Dinas PUPR Kota Ambon.

Dikatakan, Pemkot ingin menge­ta­hui lokasi-lokasi mana saja yang masuk dalam revitalisasi pasar Mardika di tahun 2020.

Ia menjelaskan, sosialiasi yang dilakukan Pemkot tak akan dilakukan diruangan, namun justru mereka akan melakukan sosialisasi didalam terminal pasar Mardika.

“Kita sosialisasi di jalan keluar di terminal A2.  Kenapa tidak mengundang mereka untuk sosialisasi saja di kantor, karena berdasarkan pertimbangan pak wali, tidak perlu sosialisasi di kantor, sosialisasi saja di lokasi supaya  mereka  sambil berjualan, mereka bisa dengar atau tidak memutus aktivitas mereka,” jelasnya.

Untuk diketahui, jumlah pedagang yang akan terkenal dampak dari pembangunan itu kurang lebih sekitar 2.153 pedagang.

Pemkot saat ini sementara menca­ri lokasi untuk memindahkan para pedagang, walaupun ada pasar-pasar tradisional yang sudah dibangun oleh Pemkot.

“Harapan kita agar ini cepat paling lama itu dua tahun. Untuk pedagang, kita sementara mencari beberapa lokasi sudah tentu yang dekat disini, tapi kita juga tawarkan kepada mereka siapa yang mau masuk di pasar baru yang ada di Air Kuning, Hutumuri, Wainitu, dan Passo,”ujarnya.

Pemkot harapkan, kata Latuheru, ketika pasar Mardika direvitaliasi, maka pedagang tak ada lagi yang nginap. Namun mereka harus berjualan sesuai dengan kebutuhan yang ada di pasar, sehingga tak ada lagi gudang-gudang yang dipakai untuk menginap.

“Nanti itu juga akan disampai­kan ketika sosialisasi, karena kita berharap pedagang yang ada di Pasar Mardika baru itu mereka harus memiliki prediksi. Satu hari ini saya kalau jual, barangnya laku sekian, barang yang masuk di pasar itu juga, barang yang diprediksi harus terjual habis,”ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, Diren­canakan pada tahun 2020 menda­tang, Pasar Mardika akan direvitalisasi, karena itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Ambon semen­tara mendata para pedagang di Pasar Mardika, untuk selanjutnya akan ditempatkan pada sejumlah pasar-pasar tradisional.

Menurut Sekretaris Disperindag Kota Ambon, Janes Aponno, sejumlah pasar tradisional tersebut diantaranya, pasar Air Kuning, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Pasar Hutumuri, Kecamatan Leitimur Selaan dan pasar Air Low, Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon.

Dikatakan, untuk memfungsikan pasar-pasar tradisional itu, pihaknya mendata pedagang-pedagang yang di Pasar Mardika untuk nantinya menempati pasar-pasar tersebut, ketika pasar Mardika direvitalisasi.

“Rencanya pasar-pasar ini akan diisi oleh pedagang-pedagang yang ada di Pasar Mardika, sehingga kami semen­tara melakukan pendataan, karena di tahun 2020 pasar Mardika akan direvitalisasi,” jelas Aponno kepada Siwalima di Balai Kota Ambon,pekan lalu.

Menyangkut dengan Pasar Air Kuning, menurutnya, pembangu­nan hampir rampung sehingga pedagang-pedagang sudah bisa tempati. (S-40)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *