Pemprov Promosikan Empat Sektor Andalan

AMBON, Siwalimanews – Pemprov Maluku siap mempromosi­kan empat sektor unggulan untuk me­na­rik investor agar mempercepat pem­bangunan  di Maluku.

Empat sektor unggulan tersebut yakni perikanan, pariwisata, perkebunan, serta pertambangan.

Diharapkan keempat sektor ini akan  menjadi penggerak utama  dalam  men­dorong  bergeraknya  sektor pembangu­nan lainnya.

Hal ini disampaikan Gubernur Ma­luku, Murad Ismail dalam sambutan­nya yang dibacakan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Ma­luku, Elvis Pattiselanno pada kegiat­an pengenalan dan penetrasi pasar di wilayah Eropa I dan penggala­ngan sektor usaha unggulan menje­lang Circumnavigation Business Forum 2020, 7-8 November di Hotel The Rinra, Makassar.

Gubernur mengatakan, sebagai provinsi yang memiliki luas lautan sebesar 92,6 persen dan daratan 7,4 persen maka tidak ada pilihan lain untuk mengembangkan empat sek­tor unggulan.

Di sektor perikanan,  Indonesia memiliki  potensi produksi perikanan  terbesar  di dunia. Sekitar 12,5 juta ton/tahun dan persentase kontri­busi potensi perikanan Maluku di Indonesia sebesar 37,2 % yang terdiri dari perikanan tangkap  sebesar 4,69 juta ton/tahun, potensi perikanan budi­daya  air laut dan payau sebesar 686.450 hektar dan produksi perika­nan tangkap Maluku sebesar 618.­062 ton dan produksi perikanan bu­didaya Maluku sebesar  670.000 ton.

“Laut Maluku kaya akan sumber daya perikanan seperti ikan pelagis besar, ikan pelagis kecil, ikan demersal, ikan karang, udang, lobster, dan cumi-cumi yang tersebar di tiga wilayah pengelolaan perikanan yakni laut Seram, laut Banda dan laut Arafura dengan potensi perikanan tangkap di 3 wilayah pengelolan perikanan sebesar 4.669.490 ton/tahun,” urai gubernur.

Di sektor pariwisata, memilik po­tensi pariwisata  seperti  wisata ba­hari,  wisata alam, wisata budaya, dan wisata sejarah. Sedangkan po­tensi pariwisata  tersebar pada wila­yah  pulau-pulau  di Maluku teruta­ma potensi pariwisata  bahari, yang menjadi keunggulan pariwisata Maluku seperti berupa taman laut di laut Banda merupakan  salah satu taman laut terindah di Indonesia.

Maluku juga memiliki 12 potensi unggulan pariwisata diantaranya wisata alam  Danau Rana, Wamsoba Eco Resort, wisata alam pulau Ambon, eko wisata Pulau Osi, wisata alam Pantai Ora, taman laut Pulau Kon dan Danau Sole, wisata sejarah dan Pulau Lucipara, wisata pantai dan bahari Pulau Kei, ekowisata Pulau Baun.

“Keunggulan inilah  yang terus kita kembangkan untuk menarik banyak wisatawan di Maluku dan tercatat jumlah kunjungan wisata­wan manca negara di tahun 2017 sebanyak 8.779 orang, di tahun 2018 sebanyak 9.622 orang dan tahun 2019 sampai dengan bulan April sebanyak 2.728 orang,” ujar gu­bernur.

Wisatawan yang datang ke Ma­luku, kata gubernur, kebanyakan dari Austria, Belanda, Belgia, Checko, Denmark, Italia, Inggris, Jerman, Norwegia, Prancis, Polandia, Swe­dia, Spanyol, Slovenia, Rusia dan Ukraina.

Kemudian di sektor perkebuhan, Maluku juga mengandalkan yakni kelapa, pala dan cengkeh. pala Ban­da merupakan jenis pala yang sudah termashur dalam perdagangan dunia internasional, sedangkan  cengkeh merupakan komoditas yang sangat dibutuhkan oleh industri rokok dan farmasi.

“Jadi kita ingin mengembalikan kejayaan rempa Maluku seperti beberapa abad sebelumnya sudah terkenal di santero dunia,” tandas gubernur.

Sedangkan di sektor pertamba­ngan, Maluku memiliki bahan galian yang potensial  seperti emas; tem­baga, nikel, batu gamping, dan belerang.  Dan potensi energi meli­puti minyak bumi, panas bumi, arus laut dan sumberdaya air untuk pembangkit tenaga listrik.

Tidak hanya itu Maluku juga memiliki 12 cekungan migas yakni cekungan Buru Barat, Buru, Buru Selatan, Banda Barat, Moa, Misol, Seram Utara, Bula,  Seram Selatan, Banda, Weber, Aru, Tanimbar, Se­laru, Wokam   dan cekungan Wokam Selatan. “Potensi kita yang terbesar yang akan dikelola adalah Blok Masela,” jelasnya.

Pemprov Maluku juga mengem­bangkan tujuh isu strategis pem­bangunan daerah yakni kemiskinan dan pengangguran, kinerja penye­lenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik, pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan dan berdaya saing, sumber daya ma­nusia, pengendalian dan peman­fataan ruang, investasi dan pe­ngembangan pariwisata dan budaya daerah, konektivitas dan infras­truktur wilayah.

“Kami berharap dengan sumber daya alam yang berlimpah ini dapat menarik minat para investor khususnya di wilayah eropa I untuk berinvestasi di Maluku agar harapan pemerintah untuk mensejahterakan rakyat sejalan dengan vis gubernur yakni Maluku yang terkelola secara jujur, bersih dan melayani, terjamin dalam kesejahteraan, dan berdaulat atas gugusan kepulauan,” tandas­nya. (S-39)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *