AMBON, Siwalimanews – Pemerintah Provinsi Maluku dengan pemerintah provinsi jawa Timur sepakat membangun kerja sama di bidang investasi dan perdagangan.

Mewakili proses awal penanda­tanganan MoU, Jatim mengirim­kan Kepala Dinas Kehutanan dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) seba­gai delegasi untuk melaksana­kan rapat koordinasi bersama.

“Atas arahan gubernur, Pem­prov Maluku mengagas kerja sama dengan Pemerintah Jatim untuk investasi dan perdaga­ngan,” kata Wakil Gubernur Maluku, Barnabas Orno saat memberikan sambutannya.

Dikatakan dengan pertemuan ini akan diikuti dengan penan­datanganan MoU dengan Peme­rintah Provinsi Jawa Timur.

“Ini akan diikuti dengan pe­nandatanganan MOU untuk kerja sama Pemprov Maluku dan Jawa Timur,  yang intinya kita lebih kepada jangka pendek, ke jangka menengah ke jangka panjang,” jelasnya.

Baca Juga: Bessy: Lahan PLTMG Namlea Tanah Adat Bukan Erpach

Diakui Orno, apabila inves­tasi dan perdagangan dapat berjalan dengan baik maka hal itu tentu berimplikasi pada kesejahteraan masyarakat.

‘Kita sudah berbicara pan­jang lebar, kalau investasi itu baik, perdagangan itu baik, pasti trackel downnya itu kepada masyarakat akan dapat manfaat,” ulasnya.

Ditempat yang sama Kadis­perindag Jawa Timur, Drajat mengungkapkan, pihaknya akan melaksanakan misi dagang dan investasi pada 7 Juli 2021.

Dirinya berharap, melalui kerja sama ini, maka jaringan pasar (perda­gangan) tentunya dapat diperkuat, sehingga neraca perdagangan tidak terlalu jauh.  “Sekarang barang dari Jawa Timur yang dikirim ke Maluku itu 2,14 tri­liun, sedangkan dari Provinsi Malu­ku, baru 251 Miliar, bagaimana su­paya pasar ini bisa diperluas,” katanya.

Yang kedua pihaknya sedang me­la­kukan penjajakan terkait dengan investasi. Agar potensi yang dimiliki Maluku dapat dilirik oleh para investor yang berada di Jatim.  Saya berharap, hal ini tentunya dapat diperhatikan dengan benar oleh kedua belah pihak. (S-52)