AMBON, Siwalimanews – DPRD meminta, Pemprov Maluku meningkatkan kualitas pendidikan guru di tengah kondisi pandemi Covid-19.

Menurut Ketua DPRD Maluku, Lucky Wattimury, peningkatan mutu pendidikan guru harus menjadi perhatian serius Pemprov Maluku

“Kalau kita ingin meningkatkan mutu pendidikan maka, harus dimulai dengan peningkatan mutu guru,” ujar Lucky.

Hal ini sesuai dengan penjelasan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Maluku, Insun Sangadji bahwa, dari segi mutu pendidikan Provinsi Maluku masih menduduki peringkat ke 32 dari 34 Provinsi di seluruh Indonesia.

Menurutnya, pemprov dapat melakukan pembanguanan terhadap fasilitas sarana dan prasarana pendidikan di Maluku, tetapi yang paling penting dan harus diperhatikan, berkaitan dengan peningkatan mutu guru, sebab tidak ada gunanya pembangunan sarana tetapi tidak ditunjang oleh mutu guru.

Baca Juga: Bakamla akan Salurkan Sembako ke Warga SBB

“Mutu guru ini yang paling penting, kita boleh membangun fasilitas sarana dan prasarana, tapi kalau guru tidak disiapkan dengan baik maka mutu pendidikan juga tidak baik,” tegas Lucky.

Politisi PDIP Maluku ini pun meminta, agar kedepannya anggaran daerah harus dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk meningkatkan mutu guru yang didasarkan pada hasil evaluasi tahun 2019 lalu.

Selain itu, pemprov melalui OPD terkait juga harus melakukan upaya untuk menambah tenaga guru di Maluku, sebab guru yang diperlukan di Maluku mencapai delapan ribu lebih, namun yang tersedia hanya sekitar empat ribu lebih, sehinggaa masih kekurangan tiga  ribu lebih tenaga guru.

Hal ini dimaksudkan agar, terjadi pemerataan guru pada sekolah-sekolah di Maluku, sehingga terjadi pemerataan maka mutu pendidiak dapat ditingkatkan dengan tujuan Maluku dapat beranjak dari peringkat ke-32.

“Dalam penjelasan Kadis Pendidikan memang kekurangan guru ini harus diupayakan untuk memenuhi dia, apakah melalui guru kontrak atau lainnya tetapi yang penting guru harus terpenuhi,” tandasnya. (Cr-2)