Pemprov akan Bangun Budidaya Benih Lobster

AMBON, Siwalimanews – Menindaklanjuti kun­jungan kerja ke Tai­wan beberapa waktu lalu, Guber­nur Maluku Murad Ismail kemudian mengumpulkan se­jumlah bupati dan walikota untuk mem­bangun lokasi budidaya lobster dan juga cold sto­rage di Maluku.

Untuk lokasi budi daya benih lobster ak­an dibangun di Kepu­lauan Aru, se­dang­kan cold storage akan dibangun di antara Kabupaten SBB, Kabupaten Buru,  Kabupaten Mal­teng.

“Jadi kunjungan saya ke Taiwan beberapa waktu lalu itu ternyata mereka punya cold storage bisa menyimpan ikan sampai 10 tahun dan masih segar, ini yang rencana akan kita bangun di Maluku terma­suk juga budidaya beni lobster,” kata Gubernur kepada wartawan di Gedung Keuangan Negara, Senin (2/12).

Gubernur mengatakan, untuk budidaya lobster terbesar di dunia ada di Negara Vietnam dan pasar lobs­ter ada di Singapura.

Diakuinya, dengan masuknya banyak investor ke Maluku akan semakin baik bagi peningkatan perekonomian masyarakat. “Ka­lau banyak investor masuk itu se­makin bagus, sehingga pereko­nomian ma­syarakat itu mening­kat, pengang­guran itu menurun dan kemiskinan akan berkurang,” tandasnya.

Jajaki Kerja Sama Taiwan

Pemerintah Provinsi Maluku men­jajaki rencana kerja sama di bidang perikanan dengan Peme­rin­tah Kota Kaohsiung, Taiwan.

Hal ini ditandai dengan hadirnya Gubernur Maluku, Murad Ismail untuk memenuhi undangan Peme­rintah Kota Kaohsiung, pada Senin (25/11).

Dalam lawatannya ke Taiwan, gubernur berkesempatan mengun­jungi industri pengolahan ikan serta mendiskusikan sejumlah peluang kerja sama kedua daerah, karena Kaohsiung merupakan salah satu kota maritim internasional seka­ligus menjadi kota industri terbesar di Taiwan.

“Mereka sangat tertarik sebab mereka tahu laut kita sangat ter­kenal di dunia dan memiliki potensi perikanan yang sangat besar, ter­utama tuna dan cumi “ kata guber­nur dalam rilisnya yang diterima Siwalima, Selasa  (26/11).

Kunjungannya ke Taiwan, meru­pakan kesempatan yang sangat baik, sebab bukan saja melihat secara langsung sentra industri perikanan yang ada di Kaohsiung, tapi sekaligus mendiskusikan strategi pembangunan dan kerja sama berkelanjutan di bidang perikanan dan maritim. (S-39)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *