AMBON, Siwalimanews – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Ambon terkesan pasrah dan membiarkan pedagang mengatur Pasar Mardika. Hal itu terbukti dari langkah persuasif yang berulang kali dilakukan namun masih saja tak diindahkan.

Kepala Satpol PP Kota Ambon, Josias Loppies mengungkapkan, kegiatan penertiban di pasar terhadap para pedagang kaki lima telah dilaksanakan berukang kali dengan menggunakan langkah persuasif, namun pedagang tetap tidak beranjak dari lokasi tersebut.

“Tidak ada kesadaran dari PKL untuk pindah mereka mau tetap disitu saja di pasar Mardika mau biking bagemana ada revitalisasi pasar baru mau dan tidak mau mereka harus pindah,” ujarnya kepada wartawan di Ambon, Kamis (1/10).

Diakuinya, selama ini tim gabungan yakni Satpol-PP, TNI/Polri dan Disperindag telah melakukan sosialisasi, namun masih saja pedagang keras kepala bahkan berjualan di tengah jalan tanpa memikirkan para pengendara angkutan umum dan lain sebagainya.

“Selama ini kan Kami sudah laksanakan itu penertiban secara bersama Disperindag TNI dan Polri termasuk Satpol PP. Semua kita sudah berupaya untuk lokasi itu  dibongkar. Nah, sekarang ini yang paling berat PKL tidak mau pindah dari situ, kami tindak keras nanti dibilang melanggar HAM lagi, jadi kami persuasif saja,” jelasnya.

Baca Juga: Dindik: Siswa Dilarang Belajar di Sekolah

Diakuinya, pihak Pol PP telah berusaha, sudah hampir tiga bulan ini untuk pindahkan mereka (pedagang Red) tapi yang kami hadapi di masyarakat ini PKL itu mereka kepala batu dan merela tidak sadar dan hanya bersikeras untuk berjualan di lokasi tersebut.

“Jadi itu sulit,” pasrahnya.

Loppies menambahkan, sekarang sudah ada pengakuan dari para sopir-sopir angkut atur PKL itu paling sangat sulit sebab mereka kelas kepala. (Mg-6)