AMBON, Siwalimanews – Meski proses pembelajaran tatap muka masih sebulan lagi, tepatnya di bulan Juli mendatang. Namun, proses itu akan dikaji ulang, lantaran Kota Ambon sudah kembali ke zona orange.

Walikota Ambon, Richard Louhenapessy menuturkan, pelaksanaan kebijakan tentunya harus disesuaikan dengan keadaan wilayah, apakah dapat diterapkan atau justru masih harus ditangguhkan terlebih dahulu.

“Nanti kita akan evaluasi semua itu, belum bisa mengandai-andai karena itu berbicara soal data,” ungkap Louhenapessy di Ambon, Jumat (29/5).

Dirinya mengungkapkan, pihaknya akan melaksanakan evaluasi terkait dengan sejumlah kebijakan yang diambil lantaran Kota Ambon, yang telah menduduki peta zonasi orange kembali. “Nanti minggu depan (red minggu ini) sudah ada langkah untuk itu,” tandasnya.

Lanjutnya, termasuk dengan kebijakan Penerintah Pusat (Pempus) yang mengharuskan pihaknya menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala Mikro.

Baca Juga: Kepala BKSDM Ambon Ancam tak Cairkan TPP

“Kita baru rapat untuk menge­valuasi PPKM skala mikro, sehi­-ngga mungkin minggu depan baru kita mengambil langkah-langkah untuk itu,” ujar Louhenapessy.

Katanya, pihaknya perlu melaksanakan evaluasi lantaran kesiapan penerapan kebijakan itu harusnya matang. Sebab, menurutnya PPKM skala mikro ini sudah menembus ke akar rumput.

“Pendekatan mikro ini kan per wilayah kan, per kelurahan, atau lebih kecil lagi per RT/RW, kan begitu. Nah, itu yang kita akan evaluasi dia sebentar ini,” pungkas Louhenapessy. (S-52)