AMBON, Siwalimanews – Dalam rangka kampanye penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan anak, pemerintah kabupaten maluku barat daya mencanangkan program inovasi selalu menjadi teman atau selamat.

Pencanangan program ini sendiri ditandai dengan kegiatan jalan santai bersama pemerintah deaerah dengan organisasi perempuan, organisasi keagamaan belum lama ini.

Hadir dalam kegiatan ini juga Bupati Maluku Barat Daya, Benyamin Thomas Noach, Ketua DPRD Petrus A. Tunay, Kapolres MBD AKBP Dwi Bachtiar Rivai, Dandim 1511 Pulau Moa, Letkol Inf. Wira Moharromah, Kajari, Bambang Rudi Hartoko, Wakil Bupati MBD, Agustinus Kilikily, sekda A. Siamiloy, Ketua Klasis Pulau Letti Moa Lakor pendeta M.M. Timisela, para ASN.

Dalam laporannya Plt Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak MBD Y.D.D. Philipus mengatakan kegiatan ini dilaksanakan bertepatan dengan hari kartini dan hari peringatan HUT perempuan GPM.

Sesuai data yang diterima menurutnya, hampir setiap bulan terdapat pelaporan kekerasan perempuan dan anak yang sampai ke tingkat penegak hukum di Maluku Barat Daya.

Baca Juga: Ketua DPRD: Lewerissa Segera Dilantik

Untuk itu untuk mengurangi tingkat kekerasan terhadap perempuan dan anak sekaligus menjawab program bupati dan wakil bupati 5 tahun ini Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mencanangkan program selamat.

“Program ini mengajak kita semua untuk menjadikan perempuan dan anak adalah teman, dengan harapan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak akan berkurang,” ujar Philipus.

Sementara itu Bupati Noach dalam sambutannya menyampaikan MBD menganut adat nyoli lieta namun kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak masih ditemui di wilayah ini.

“Perempuan dan anak merupakan kelompok yang lemah yang sering mendapat tekanan dan kekerasan,” jelas bupati.

Kekerasan ini terjadi karena faktor lingkungan dan tingkat pendidikan masyarakat. Butuh penanganan dan butuh perhatian dari semua pihak untuk memberikan pemahaman, pencerahan dan pendampingan kepada seluruh masyarakat.

“Perempuan dan anak korban kekerasan termasuk kekerasan seksual sering merasa terkucil dan trauma yang besar khususnya anak-anak. Mereka sangat membutuhkan pendampingan dan teman untuk memberikan keluh kesah mereka,” kata bupati.

Diakhir kegiatan dilakukan penyerahan handpone dan nomor layanan konseling dari pemerintah daerah kepada Klasis Letti Moa Lakor yang diterima oleh Ketua Klasis Lemola (S-09)