DOBO, Siwalimanews – Akibat tunggakan biaya kuliah oleh Pemerintah Kabupaten Aru selama dua tahun, menyebabkan para wisudawan Politeknik Energi dan Mineral Akamigas (PEM Akamigas) Cepu tak bisa mendapatkan ijazah mereka.

Ketua DPRD Aru Udin Belsegaway saat dikonfirmasi wartawan di Dobo, Senin (2/8) membenarkannya, kalau tunggakan itu baru diketahuinya dari para orang tua wisudawan setelah DPRD mengundang mereka.

Setelah mendnegar keluhan para orang tua ini, kemudian dirinya mengkonfirmasi lagi hal tersebut ke tim anggaran pemkab dan  jawaban yang diperoleh yakni, pihak kampus belum bisa memberikan pertanggungjawaban anggaran yang dihibahkan kepada pihak kampus dalam bentuk MoU.

“Jadi, adik-adik kita yang kuliah di Poltek Akamigas Cepu dalam MoUnya pihak Pemkab Aru membiayai dalam bentuk dana hibah, sehingga pihak kampus harus sampaikan pertanggungjawaban anggaran tahun sebelumnya dulu, baru dibayarkan anggaran yang baru,” ungkap Belsegaway.

Untuk itu kata Belsegway, saat ini pemkab masih menunggu laporan pertanggungjawaban keuangan tahun sebelumnya dari pihak kampus, jika laporan itu sudah ada, maka langsung diproses oleh pemkab.

Baca Juga: Jadi Plt Dirut PDAM, Tugas Berat Menanti Purmiasa

Terkait masalah ini, DPRD berencana akan mengundang pemkab untuk membicarakannya, sehingga dapat diketahui dengan jelas apa yang menjadi kendalanya, sehingga dapat dicari solusinya.

“Sementara ini saya hanya konfirmasi secara pribadi dengan tim anggaran pemkab, resminya nanti akan kita panggil guna mendengar langsung permasalahannya, karena yang pemkab biayai ini bukan saja di Cepu, tapi juga di Bali, Makasar dan Ambon.(S-11)