JAKARTA, Siwalimanews – Angka kematian pasien Covid-19 dalam hitungan 2 minggu terakhir cukup mengkhawatirkan, meskipun dalam masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat yang dilanjutkan ke Level 1 – 4.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyatakan, bulan Juli, menjadi yang tertinggi angka kematian sejak awal pandemi. Bahkan tercatat sudah mencapai 30.168 kematian (per 28 Juli 2021) dengan rata-rata melebihi 1000 kasus per hari dan tertinggi terjadi pada 27 Juli 2021 sebanyak 2.069 kasus per hari.

“Angka di bulan Juli ini meningkat drastis dibandingkan bulan Juni 2021 sebesar 7.913 kematian,” ucap Wiku dalam Keterangan Pers Perkembangan Penanganan Covid-19 di Graha BNPB.

Menyikapi terjadinya lonjakan kasus pada akhir Juni lalu, pemerintah telah meningkatkan kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan demi mencegah kematian.

Selain itu, pemerintah daerah, diminta untuk selalu memantau rumah sakit di wilayah masing-masing, serta mengantisipasi kenaikan kasus dengan memastikan ketersediaan oksigen, obat-obatan, tempat tidur dan tenaga kesehatan yang bertugas.

Baca Juga: IMM: Penangkapan Risman tak Sesuai Prosedur

Disamping itu, Wiku menekankan pemda untuk segera mengevaluasi upaya penanganan di wilayahnya masing-masing, mengingat, angka kematian terus meningkat.

Untuk itu, pemda diminta segera mengambil langkah-langkah strategis dalam menekan laju penularan dan mencegah terjadinya kematian pasien Covid-19.

“Hal ini dapat meningkatkan kecepatan dan ketepatan peningkatan penanganan, sehingga kasus kematian pasien dapat dihindari,” tandasnya.

Pemerintah juga telah berupaya untuk menekan angka kematian dengan, penambahan tempat isolasi terpusat dan rumah sakit lapangan serta melakukan penambahan tempat tidur ruang isolasi.

Bantuan lainnya diberikan untuk rumah sakit berupa tenda serbaguna, toilet portabel, valbed dan selimut. Pasokan oksigen juga ditambah dengan ketersediaan lebih dari 1000 ton yang bersumber hibah dari dalam dan luar negeri.

“Termasuk juga pengelolaan truk armada yang menyalurkan oksigen, serta bantuan lainnya ialah penyaluran 3.825 oksigen konsentrator,” rinci Wiku.

Upaya lainnya yang dilakukan yakni, meningkatkan suplai obat-obatan di rumah sakit dan memberikan paket gratis obat-obatan untuk masyarakat yang sedang menjalani isolasi mandiri. Serta rencana penambahan tenaga perawat yang belum mengambil uji kompetensi dan dokter yang telah selesai internship.

“Untuk itu penting dipahami, semua pihak harus melakukan upaya terbaik dalam menekan angka kematian ini,” harapnya. (S-51)