AMBON, Siwalimanews – Pemerintah Daerah Maluku dan Kabupaten Maluku Tengah, diingatkan untuk lebih memerhatikan kondisi masyarakat Negeri Kariu, yang saat ini sementara mengungsi di tenda-tenda pengungsian di Desa Aboru.

Ketua Komisi I DPRD Provinsi Maluku Amir Rumra kepada Siwalimanews di Baileo Rakyat Karang Panjang, Selasa (24/5) menegaskan, kondisi masyarakat Kariu ditempat-tempat pengungsian saat ini sangatlah disayangkan.

“Kalau kita lihat situasi disana sangat disayangi, malam kalau hujan menggenangi tenda pengungsi, siang juga demikian kepanasan,” ungkap Rumra.

Menurutnya, Komisi I telah melakukan pertemuan bersama sejumlah pihak, baik Pemprov Maluku maupun Kabupaten Malteng dan telah menyepakati untuk dilakukan pembentukan tim yang akan melakukan pendataan terhadap kondisi masyarakat.

Walaupun proses ini sementara berjalan, tetapi Pemprov Maluku dan Kabupaten Malteng harus melakukan langkah-langkah tanggap darurat terhadap korban konflik, agar masyarakat tidak mengeluh dengan kondisi yang ada.

Baca Juga: Direktur RSUD Haulussy Didesak Bayar Hutang Pihak Ketiga

“Kita ingatkan kewajiban pemda baik provinsi maupun kabupaten untuk memastikan situasi tanggap darurat berjalan dengan baik,” tandas Rumra.

Pemerintah kata Rumra, benar-benar wajib memperhatikan semua aspek, baik hunian yang layak, tempat tidur, sanitasi, air bersih dan akses pendidikan para siswa yang harus melakukan perjalanan dari Aboru ke Kariu.

“Informasi yang kita terima ada tujuh kepala keluarga tinggal dalam satu rumah, itu sangat tidak layak, artinya kita punya segudang pengalaman terkait dengan pengungsi peristiwa 1999, kita tahu bagaimana sakitnya tinggal dilokasi pengungsian seperti apa, jadi harus diperhatikan dengan baik,” tegasnya.(S-20)