Persoalan program pemerintah dibidang pemberdayaan usaha kecil dan menengah, masih menjadi keluhan masyarakat di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).

Hal ini menjadi salah satu aspirasi yang disampaikan masyarakat pada bebera desa di Kabupaten SBB kepada anggota DPRD Maluku saat melakukan reses masa sidang I tahun 2021-2022 beberapa waktu lalu.

“Kemarin saya reses di Desa Waipirit, Kamal, Tala, Taniwel, Elpaputih dan di beberapa desa lainnya yang ada di SBB, dimana fokus kita lebih banyak menjaring aspirasi masyarakat mengenai persolan yang dihadapi masyarakat dan yang paling utama yakni, menyangkut pengembangan UKM,” ungkap Hatta Hehanussa di Baileo Rakyat Karang Panjang, Rabu (12/1).

Sebagian besar warga di SBB menurut Hehanussa, menyampaikan keluhannya terkait dengan program pemberdayaan pada usaha menjahit, keripik, bengkel yang menjadi fokus pemberdayaan pemuda desa, serta beberapa usaha lain dengan memanfaatkan pariwisata disana.

Dalam kesempatan itu, pihaknya mendorong program yang lebih difokuskan untuk berdayakan potensi pemuda, sekaligus mengurangi pengganguran dan menekan angka kriminal yang melibatkan kelompok usia produktif.

Baca Juga: Pantai Masit Layak Jadi Aset Wisata di SBT

“Bagi saya program kelompok usaha pemuda produktif ini sa­-ngat baik, dimana saya mencoba merangkul pemuda untuk menya­-lurkan kreatifitas, misalnya, dalam usaha perbengkelan yang nanti juga di tunjang lewat dana desa untuk permodalannya,” ungkap Hehanusa.

Ia berharap, adanya kebijakan pemda yang berpihak kepada usaha kecil dan menengah, khususnya bagi para pemuda dan kelompok produktif sehingga dapat mendorong peningkatan ekonomi masyarakat. (S-50)