Pedagang Ikan di Pasar Pasar Kai Wait Diusir

NAMROLE, Siwalima – Diduga lantaran persaingan bisnis mengakibatkan sesama pedagang ikan saling usir di Pasar Kai Wait Buru Selatan. Alhasilnya pedagang yang terusir terpaksa harus berjualan di bahu jalan.

Kepada wartawan di tempat jualan mereka (Kamis 16/1) perwakilan pedagang ikan yang diusir dari pasar Salima Mony mengaku, mereka sesungguhnya juga tidak ingin berjualan di bahu jalan seperti ini. Mereka terpaksa berjualan di bahu jalan sebab ditakutkan ikan dagangan mereka akan membusuk jika tidak dibeli oleh pelanggan.

“Kita mau jual di jalan seperti ini Satpol PP marah, lalu kita mau jual ikan dimana lagi. Kami juga tidak tahu mengapa orang di pasar marah-marah, padahal kita sama-sama cari hidup. Yang larang kita berjualan itu, samua ibu-ibu yang di pasar itu,” ucap Mony.

Ia mengaku, sebelum dirinya kembali berjualan di bahu jalan, mereka berjualan di pasar ikan Kait Wait sesuai arahan dari petugas Satpol PP, namun karena terjadi aduh mulut dengan sesama pedagang, akhirnya mereka menghindar agar tidak terjadi konflik yang berkepanjangan.

“Kami baru selesai adu mulut dengan mama-mama pasar, kemudian Satpol PP, kemudian Satpol minta kita untuk berjualan ikan dibadan jalan sampai habis dulu, sambil menunggu mereka berkoordinasi dengan pimpinannya,” ujar Mony.

Menurutnya, jika mereka terus diperlakukan seperti ini, maka pekerjaan tetap mereka untuk mencukupi kehidupan ekonomi keluarga mereka setiap hari dengan berjualan ikan akan macet, sebab tempat untuk mereka berjualan tidak ada.

“Pedagang di pasar mau kita jual ikan itu tunggu hari pasar, sementara kita ini dapat ikannya setiap hari. Kita berjualan bagini untuk keperluan uang sekolah anak-anak, jadi kita mau berjualan kemana lagi kalau bukan di pasar,” keluhnya.

Para pedagang ini berharap, ada kebijakan dari Pemkab Bursel terutama dinas terkait agar menyediakan tempat bagi mereka nerjualan.

“Kita hanya cuma minta tempat yang pas untuk berjualan ikan saja, karena kalau diusir dari pasar ikan, sekarang berjualan disini diusir juga, nanti besok-besok kita berjualan di depan Kantor Bupati saja,” cetusnya.

Untuk diketahui, para pedagang ikan ini sebelumnya telah dilarang oleh petugas Satpol PP untuk berjualan di bahu jalan tersebut, karena sangat mengganggu aktivitas para pengguna jalan maupun keindahan kota.

Kini para pedagang tersebut hanya menunggu kebijakan-kebijakan yang pro rakyat dari Pemda Bursel terkait lokasi yang tepat untuk mereka berjualan ikan. (S-35)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *