MASOHI,Siwalimanews – Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Maluku Tengah hingga saat ini terus berupaya memaksimalkan pelayanan air kepada pelanggan. Berbagai langkah kini terus dilakukan dengan dukungan dari pemda hal ini Bupati Tuasikal Abua.

Salah satu upaya PDAM adalah melakukan berbagai upaya dengan berusaha membangun sumber air baku baru.

“Kita mengerti yang dikeluhkan pelanggan. Berbagai masalah klasik yang ada saat ini terus kita upayakan untuk mengatasinya, salah satu upaya kita lakukan dengan berusaha bangun sumber air baku baru,” ungkap Direktur PDAM Masohi, Kace Pattiasina kepada wartawan, Kamis (20/2).

Menurutnya, melalui bantuan pak bupati tahun lalu, tim dari water scan telah meninjau lokasi sumber air dalam untuk pengembangan air bersih bagi masyarakat di kabupaten ini.

Dari hasil kerja tim yang mengunakan teknologi satelit itu, terdapat 3 titik potensi pengembangan sumber air dalam yang mampu melayani semua warga Masohi secara maksimal.

Baca Juga: Sebagian Tubuh Pekerja Listrik Hangus Kesetrum

“Kita dapat hasil itu ada 3 titik potensi sumber daya air dalam yang sangat potensial guna mengatasi masalah keluhan masyarakat. Kami berharap upaya ini dapat terealisir dalam tahun ini, agar berbagai masalah klasik yang sering dikeluhkan pelanggan dapat teratasi,” ujarnya.

Dikatakan, pihaknya terus berupaya, salah satunya dengan pengembangan sumber air permukaan di sungai Wai Ruata yang pembangunannya akan dimulai interfensi oleh Balai Wilayah Sungai Maluku tahun ini. Pemkab sangat merespons dan mendukung upaya yang sedang digagas pihaknya.

“Kami perlu tegaskan bahwa pak bupati sangat merespons masalah pelayanan dasar ini. Beliau juga berpikir keras berikan bantuan dan dukungan bagi kami dalam mengatasi setiap keluhan masyarakat pelanggan PDAM,” ucapnya.

Memang untuk memperbaiki semua keluhan yang ada kata dia, tidak bisa langsung menjadi ibarat sulap. PDAM butuh waktu dan proses, salah satu yang dibutuhkan adalah dukungan semua pihak dan tentu ini tidak mudah, namun PDAM terus berupaya.

Salah satu hambatan terbesar yang dimiliki PDAM dalam memaksimalkan pelayanan adalah karena status PDAM Masohi saat ini masuk dalam kategori sehat. Padahal sesungguhnya faktanya berbanding terbalik, akibatnya berbagai upaya pendanaan baik yang bersumber dari APBN maupun peyenrtaan modal daerah.

“Salah satu hambatan yang ada saat ini adalah status PDAM kita yang berbanding terbalik dengan fakta yang ada. Kita masuk dalam kategori PDAM sehat, padahal faktanya tidak demikian,” tuturnya.

Ia mengaku, PDAM sementara mengusulkan Perda tentang Penyertaan Modal Daerah, dimana prosesnya telah dilakukan sejak tahun 2019 lalu.

“Kita ini berada dalam kondisi sakit, tidak sehat dan karenanya dibutuhkan bantuan penyertaan modal. Bagaimana kita bisa kembangkan diri mengatasi masalah keluhan pelanggan, membangun fasilitas sarana instalasi air baru dalam kondisi yang ada sekarang dalam kondisi sakit sebagaimana fakta yang ada,” cetusnya.

Ditambahkan, instalasi pengelolaan air PDAM Malteng sekarang bisa bekerja maksimal, namun  sumber air terus menurun. Awalnya PDAM miliki tiga pompa saat ini hanya mampu hasilkan 30 liter air/detik untuk layani lebih dari 4000 pelanggan yang ada saat ini.

Awalnya pompa dari tiga sumber yang ada mampu suplai 70 liter/detik, kondisi ini tentu pastinya tidak akan mampu melayani semua pelanggan. Hal ini bukan hanya dipengaruhi oleh kondisi kualitas air yang terus menurun, namun juga karena fasilitas yang ada sudah termakan usia.

“Jadi berbagai masalah yang ada saat ini dapat diatasi, salah satunya dengan penyertaan modal daerah agar masalah-masalah itu dapat diatasi,” pungkasnya.(S-36)