AMBON, Siwalimanews – Pasien terkonfirmasi positif corona di Maluku kembali bertambah. Dua kasus baru yakni pasien terkonfirmasi 21 dan pasien terkonfirmasi 22 yang merupakan warga Kota Ambon.

Dua pasien positif baru ini meru­pakan pengembangan atau tracking dari pasien kasus 15 asal Kota Ambon yang kini dirawat di RST dr. Latumeten.  Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Kasrul Selang, kepada wartawan di lantai VI Kantor Gubernur Maluku, Senin (27/4) menjelaskan, kedua pasien baru merupakan orang dekat dari pasien 15 asal Kota Ambon dengan inisial HB.

“Kedua pasien terkonfirmasi baru ini untuk kasus 21 dirawat di RST dr. Latumeten, sedangkan pasien kasus 22 dirawat di Balai Diklat BPSDM Maluku,” jelas Kasrul.

Kasrul mengaku, hasil tracking untuk pasien kasus 15 belum selesai, sampai sekarang  tim masih terus melakukannya. Dan hasil pemeriksaan dua orang dekat dengan pasien 15 ini sendiri berdasarkan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) dinyatakan positif.

Bertambahnya dua kasus baru ini, membuat gugus tugas resah, lantaran pasien kasus 15 ini menularkan ke pasien 21 berinisial HH dan pasien 22 berinisial B dikarenakan pasien 15 ini tidak mengindahkan protokoler kesehatan.

Baca Juga: Gugus Tugas SBT Tetapkan Satu Warga Bula PDP

”Ini sangat kita sayangkan, karena mereka tidak mengindahkan protokoler kesehatan, akhirnya menularkan kepada orang lain,” tutur Kasrul.

Dengan penambahan dua kasus baru secara keseluruhan di Maluku ada 22 kasus terkonfirmasi, dan 11 orang telah dinyatakan sembuh.

“Jadi secara keseluruhan di Maluku sudah ada 22 kasus terkonfirmasi,”  jelasnya.

Menyoal tentang tiga pasien terkonfirmasi positif terpapar corona yang ditetapkan pada Sabtu (25/4), apakah mereka sudah mendapatkan penomoran, Kasrul mengaku, ketiga pasien ini sudah mendapatkan penomoran, yakni untuk pasien pelaku perjalanan dari Bau-Bau dirawat di RST dr. Latumeten dengan status pasien kasus 18.

Sementara ABK Dobonsolo berinisial HH juga dirawat di RST dr. J. Latumeten dengan status pasien kasus 19, kemudian satu ABK Dobonsolo lainnya saat ini dirawat di BPSDM Maluku dengan status pasien kasus 20.

ODP Meningkat, PDP Turun

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Maluku, Meikyal Pontoh menjelaskan, jumlah ODP naik, sedangkan jumlah PDP di Maluku menurun. Sampai dengan Senin 27 April pukul 12.00 WIT, jumlah ODP di Maluku sebanyak  68 orang.

Pontoh merincikan di Kota Ambon, jumlah ODP  35 orang, Kabupaten SBB 1 orang, Kabupaten Buru 17 orang, Kota Tual 1 orang, Kabupaten Malra 1 orang, Kabupaten Kepulauan Tanimbar 9 orang dan Kabupaten Aru 4 orang.

Sebelumnya pada Minggu (26/4) hingga pukul 12.00 WIT jumlah ODP di Maluku 67 orang.

Sedangkan PDP turun menjadi 19 orang. Masing-masing di Kota Ambon tujuh orang, di Kabupaten Maluku Tengah sembilan orang, di Kabupaten SBB satu orang, orang dari Kabupaten Maluku Tenggara tenggara dua orang. (S-39)