Pasca Dipecat, Kubu RR tak Ikut Munas

AMBON, Siwalimanews – Setelah dipecat dari kepeng­urusan Golkar Maluku, Richard Rahakbauw dan Ridwan Mara­sabessy tak me­ngikuti Munas Par­tai Golkar yang akan berlangsung pada 3-5 Desem­ber 2019, di Hotel Ritz-Carlton, Ja­karta.

Ridwan Mara­sabessy mengatakan, ia dan RR, sapaan Richard Rahakbauw tak mengi­kuti munas karena sudah dipecat.

“Saya tidak ikut karena sudah dipecat dari kepengurusan Partai Golkar, mau ikut buat apa lagi,” tandas Ridwan saat dihubungi Siwalima, melalui telepon selu­lernya, Senin (2/12).

Sesuai dengan protap, kata dia, yang diundang mengikuti munas adalah Ketua DPD, sekretaris, ben­dahara, Wakil Ketua Bi­dang Orga­nisasi, Wakil Ketua Bidang Kaderi­sasi dan Wakil Ketua Bidang Pe­me­nangan Pemilu. “Saya dan RR tidak ikut karena sudah dipecat dari kepengurusan partai,” ujarnya.

Sementara Wakil Ketua DPD Par­tai Golkar Provinsi Maluku Bi­dang Pemena­ngan Pemilu Kabu­paten Maluku Tenggara Barat, Ronny Sianressy mengatakan, sesuai dengan undangan yang dikirim  Steering Committee (SC) di DPP, peserta Munas dari setiap DPD yakni Ketua DPD, Wakil Ketua Bidang Organi­sasi, Wakil Ketua Bidang Kaderisasi, Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemi­lu I, Wakil Ketua Bidang Pemuda dan Olah Raga, Wakil Ketua Bi­dang Pemberdayaan Perempuan, Sekretaris dan Bendahara.

“Jadi pesertanya dari setiap DPD sebanyak tujuh orang sesuai de­ngan surat yang dikirimkan oleh SC di DPP, sementara anggota DPRD baik ditingkat provinsi maupun kota dan kabupaten akan hadir sebagai peninjau saat pembukaan Munas saja,” jelasnya.

Disinggung soal ketidak hadiran RR Cs dalam Munas tersebut, Sianressy menga­takan, mereka tidak ikut karena tidak lagi menjadi peng­urus, dan itu warning  bagi mereka untuk tidak membangkang terha­dap keputusan partai.

“Dengan didepak dari kepeng­urusan itu warning bagi dia supaya tidak membantah keputusan par­tai, karena AD/ART jelas. Jika dia bersih keras lagi maka tentu akan dipecat dari keanggo­taannya bah­kan bisa di PAW dari anggota DPRD Maluku,” tandasnya.

Dicopot dari Pengurus

Seperti diberitakan, setelah digan­ti dari kursi Wakil Ketua DPRD, DPP Golkar mendepaknya dari Wa­kil Ketua Bidang Organisasi DPD Golkar Maluku.

RR tak sendiri. Sohibnya, Rid­wan Marasabessy juga turut dicopot dari jabatan Wakil Ketua Bidang Kaderisasi.

Pencopotan RR dan Ridwan berdasar­kan SK DPP Partai Golkar Nomor: 398/DPP-/GOLKAR/XI/2019 tentang Penge­sa­han Peruba­han Komposisi dan Persona­lia DPD Par­tai Golkar Maluku Masa Bakti 2016-2020, tertanggal 23 November 2019. SK itu ditandatangani oleh Ketua Umum Airlangga Hartarto dan Sekjen Lodewijk F Paulus.  Dengan ditetapkannya SK tersebut, maka SK DPP Partai Golkar Nomor KEP-272/DPP/GOLKAR/2018 tanggal 30 Januari 2018 tentang penge­sa­han perubahan kompo­sisi dan perso­nalia DPD Partai Golkar Pro­vinsi Maluku masa bakti 2016-2020 dinyatakan dicabut dan tidak berlaku.

Dalam lampiran SK DPP Nomor 398/DPP-/GOLKAR/XI/2019 tertanggal 23 November 2019 itu, dari 83 jumlah kepengurusan tidak ada lagi nama RR dan Ridwan.

Posisi RR sebagai Wakil Ketua Bidang Organisasi digantikan oleh Fredek Rahakbauw. Sedangkan Rasyid Effendy Latuconsina meng­gantikan Ridwan sebagai Wakil Ketua Bidang Kaderisasi.

Keputusan DPP untuk mencopot RR dan Ridwan dari pengurus Gol­kar karena keduanya mem­bang­kang terhadap keputusan partai. (S-16)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *