Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) menargetkan Pasar Yotowawa, Wonreli, Kecamatan Pulau-pulau Terselatan dapat beroperasi di awal tahun 2022 mendatang.

Peletakan batu pertama revitalisasi pembangunan pasar yang dilakukan oleh Bupati MBD Benyamin Thomas Noach tersebut, menghabiskan anggaran daerah sebesar Rp 7.778.346,73 dengan luas bangunan sebesar 884,8 m² dan mampu menampung 34 unit kios serta lapak/losse sebanyak 34 unit.

Sektretaris Daerah MBD Alfonsius Siamiloy ketika dikonfirmasi Siwalima, Senin (8/11) mengaku, saat ini proses pengerjaan Pasar Yotowawa sudah hampir selesai.

“Laporan yang saya terima tadi sudah pada tingkat pengerjaan finishing,” jelas Siamiloy.

Dirinya mengaku, keberadaan pasar ini, selain sebagai tempat penyaluran distribusi barang dari produsen ke konsumen, juga mempermudah masyarakat sekitar untuk meningkatkan perekonomian.

Baca Juga: Monitoring & Evaluasi Percepatan Penurunan Stunting

“Kalau ada pasar, maka pasokan kebutuhan masyarakat lebih dekat antar desa, dan rantai ekonomi berjalan dengan baik dan sudah tentu ekonomi masyarakat ikut naik,” terang Siamiloy.

Dengan keberadaan pasar ini sendiri, masyarakat yang ada di Pulau Kisar, khususnya desa-desa sekitar, tidak perlu lagi membawa barang dagangan mereka ke ibu kota kabupaten, tetapi bisa langsung berjualan di pasar itu.

“Selain itu, pedagang tidak lagi mengeluarkan biaya angkutan, karena sudah punya pasar yang representatif yang dekat dan dapat menampung banyak pedagang disitu,” katanya.

Sebelumnya Bupati Maluku Barat Daya dalam sambutan ketika peletakan batu pertama revitalisasi Pasar Yotowawa mengatakan, kondisi pandemi  Covid-19 pemerintah tetap bergerak maju dan karena perkenaan Tuhan maka kegiatan peletakan batu pertama Pasar Yotowawa dapat dilaksanakan hari ini.

“Mungkin terlupakan, selama 12  tahun Kabupaten MBD dimekarkan tetapi pasar ini tidak pernah masuk dalam perencanaan pembangunan. Perencanaan pertama saya sebagai Bupati MBD adalah pembangunan Pasar Yotowawa. Tempat ini pernah menjadi Ibukota sementara Pemerintahan MBD tetapi kita seakan-akan tidak pernah melihat kesulitan saudara-saudara kita untuk berjualan di tempat ini,” kata bupati.

Sesuai laporan yang dibacakan bahwa ada beberapa pekerjaan yang belum dapat diselesaikan karena kekurangan anggaran seperti pemasangan keramik dan plafon, pekerjaan ini akan diselesaikan di tahun depan melalui anggaran APBD, sehingga untuk sementara lantainya menggunakan semen licin, sehingga kedepan akan tetap diperbaiki.

Sesuai permintaan dari masyarakat apabila Pasar Yotowawa ini telah selesai, maka pasar sementara yang berada di Tutuwatu akan tetap difungsikan.

“Makin banyak pasar, makin banyak kegiatan  transaksi, makin banyak akses yang dibangun untuk rakyat maka rakyat Pulau Kisar, rakyat Maluku Barat Daya bisa mendapat manfaat yang sebesar-besarnya untuk peningaktan kesejahteraan” ujar bupati.

Diakhir sambutannya bupati berpesan “peletakan batu pertama ini merupakan awal dimulainya pekerjaan pembangunan Pasar Yotowawa,  tujuannya bukan untuk kebesaran seseorang tetapi supaya pasar ini dapat digunakan sebagai tempat  bertransaksi bagi masyarakat di Pulau Kisar. “Mari kita jaga dan pelihara bersama-sama, untuk stakeholder mari bantu pembangunan ini, jangan menghalang-halangi agar pembangunan ini dapat berjalan sesuai harapan agar dapat bermanfaat bagi masyarakat banyak,” harapnya. (S-39)