PAPPRI: Ambon Kota Musik Harus Berdampak bagi Masyarakat

AMBON, Siwalimanews – Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) meminta agar, Pemerintah Kota Ambon transparan kepada publik terkait dengan dampak Kota Ambon sebagai kota musik.

“Harus dijelaskan, apa manfaat bagi warga Kota Ambon jika Ambon jadi kota musik, apa ada tambahan plus bagi masyarakat Kota Ambon ?. Kemudian Ambon kota musik, dampaknya apa bagi seniman di Maluku, itu yang musti dijelaskan bukan hanya menyebut-nyebut Ambon kota musik tapi tidak diketahui apa manfaatnya, jangan hanya slogan jika Ambon kota musik,” tandas  Korwil DPP PAPPRI Indonesia Timur, Harry Leiwakabessy kepada Siwalima di Ambon, Rabu (9/10).

Jika ingin menjadikan Ambon sebagai kota musik, kata Leiwaka­bessy, maka SDM anak-anak di Maluku khususnya Kota Ambon harus diperhatikan. Selain itu infrastruktur juga harus dipersiapkan.

“Jujur saya harus bilang kalau SDM anak-anak kita di Kota Ambon sangat kurang, karena mereka tidak sekolah musik karena memang di Ambon tidak ada sekolah musik, sehingga hal ini harus ada perhatian yang serius dari Pemerintah Kota Ambon,” cetus Leiwakabessy yang juga Ketua Maluku Badonci Music School ini.

Kata dia, Ambon kota musik itu merupakan program pemerintah Kota Ambon tapi sangat berbaha­ya Ambon jadi kota musik sementara SDM anak-anak ini tidak ada.

“Mungkin cara berpikir kita berbeda, mungkin mereka membuat kota ini menjadi kota musik bukan manusianya jadi orang musik. Karena kalau Ambon kota musik maka sudah cukup dengan musik yang ada di lampu-lampu merah, tapi sebenarnya bukan itu,” ujarnya.

Leiwakabessy merasa tidak cukup musik itu di tempat-tempat tertentu hanya sebatas moment dan event-event tertentu namun yang terpenting SDM dan infrastruktur yang harus diperhatikan.

“Kendati demikian, kami menghargai dan menghormati pemkot dengan program ini, tapi dalam mengaplikasikannya dalam tindakan kita berbeda, kita cenderung melihat orangnya, karena apa artinya orang Ambon yang memiliki talenta suara yang bagus namun talenta ini akan kalah dengan orang yang tekun belajar, oleh karena itu infrasktruktur harus diprioritaskan karena menyanyi bagus dan bermusik bagus harus disiapkan,” tandasnya.

Hal yang sama juga dipertanyakan Ketua DPD PAPPRI Maluku, Richo Mataheru. Apa yang didapatkan dari Ambon sebagai kota musik.

“Apa yang kita dapatkan dari Ambon sebagai kota musik, karena kita berkepentingan untuk tiga hal terkait Ambon kota musik ini dimana kita berharap, musisi itu mendapat perlindungan hukum, pemusik harus ada peningkatan kesejahteraan dengan Ambon kota musik dan peningkatan kapasitas musisi itu sendiri dalam menghadapi perkembangan Ambon sebagai kota musik,” tegasnya.

Olehnya Mataheru berharap SDM dan infrastruktur musik itu harus diprioritaskan terlebih dahulu, karena dikuatirkan Ambon sebagai kota musik itu hanya sebatas slogan namun masyarakat tidak mempe­roleh dampaknya. (S-16)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *