AMBON, Siwalimanews – Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogab­wilhan) III Letjen TNI Jeffry Apolly Rahawarin ber­ke­sempatan melakukan kunjungan kerja di wilayah Kodim 1502 Masohi yang dipu­satkan di Markas Brigade Infanteri 27 Nusa Ina.

Dalam lawatannya ke Malteng untuk mempertegas imple­men­tasi amanat Pa­ng­lima TNI kepada seluruh jajaran pra­jurit TNI di lingkungan Brigif 27 Nusa Ina serta Prajurit Satgas yang bertugas di wilayah tersebut tetang perubahan pola operasi kepada peningkatan kualitas  Pembinaan teritorial dan komunikasi sosial (Kosmos), Jenderal TNI bintang 3 itupun menitipkan pesan penting bagi seluruh masyarakat Maluku.

Menurutnya sumberdaya generasi muda Maluku saat ini sangat siap untuk menjadi prajurit TNI bahkan bisa sukses menjadi mencapai pangkat jenderal.

“SDM kita sebetulnya sudah sangat siap untuk menjadi prajurit TNI dan bukan tidak mungkin akan sukses berkarir hingga mencapai posisi Jenderal. Namun kita kadang tidak siap secara mental. Jangan tiba saat tiba akal. Ada rekrutmen baru kita siap. Jangan seperti itu. Paradigma kita harus kita rubah”Tegasnya kepada wartawan di sela kunker di Markas Brigif 27 Nusa Ina di Masohi,Selasa (11/1).

Menurutnya Provinsi Maluku tidak miskin SDM. Namun kesiapan untuk menjemput peluang tidak dilakukan dengan matang.

Baca Juga: Sekot: Dukcapil tak Boleh Ada Calo

“Sebetulnya kita tidak miskin SDM.sumber daya generasi muda Maluku sangat siap. Namun kadang kita tidak siap menjemput peluang dan melawan tantangan. Jangan tiba saat tiba akal. Kita orang Maluku adalah orang cerdas dan mampu berkompetisi di segala bidang termasuk berkarir di lingkungan TNI. Jika anak anak kita siapkan mental dan fisiknya bukan sebuah keniscayaan kedepan banyak anak Maluku yang dapat sukses berkarir di TNI maupun bidang kerja lainnya”Tandas sosok jenderal TNI asal Maluku tenggara itu.

Mantan Panglima Kodam XVI Pattimura tidak sependapat dengan klaim Maluku miskin SDM. Namun faktor terbesar yang menghambat generasi muda Maluku tidak berhasil mengikuti seleksi penjaringan anggota TN adalah ketidaksiapannya generasi muda Maluku untuk mengikuti seleksi pengangkatan prajurit TNI.

“Sebetulnya masalah kita bukan pada Sumber Daya. Namun kita tidak siap. Saya pernah menjabat Panglima Kodam XVI Pattimura dan saya tahu itu. Saya tegaskan hal ini kepada prajurit juga dalam arahan saya tadi. Karenya paradigma ini harus dirubah. Jangan kita baru menyiapkan diri saat ada penjaringan prajurit TNI atau bidang kerja lainnya. Jika kita mau merubah pola pikir ini serta menyiapkan anak anak kita dengan baik,bukan tidak mungkin kedepan akan banyak sekali jenderal asal Maluku di lingkungan TNI”Tukasnya.

Untuk diketahui sebelumnya Rahawarin berkunjung ke Kabupaten Seram Bagian Barat. Jenderal bintang tiga  yang murah senyum itu didampingi sejumlah pejabat di lingkungan Pangkogabwilhan Wilayah III diantaranya Asops Kogabwilhan Brigjen TNI Aditya Nindra Pasha, Aspotwil Kaskogabwilhan III Brigjend TNI Dadang Rukhiyand dan LO Udara Kolonel Pas Chandra Waskita. Selain dari staf Kogabwilhan III juga turut Meyertai di dalam rombongan Waas Intel Kasdam XVl/PTM) Letkol Arh Agung Sinaring ,Waas Ops Kasdam XVl/PTM) Letkol Inf Frandi Siboro, Dandeninteldam XVl/PTM Letkol KAV RP  Sitompul. (S-36)