Ngungsi Lagi

AMBON, Siwalimanews – Ribuan orang di Kota Ambon kembali mengung­si saat gempa dengan mag­ni­­tudo 5,2 SR menggun­cang pulau Ambon, Kamis (10/11) pukul 13.39 WIT.

Suasana panik dan keta­ku­tan melanda warga. Me­re­ka berhampuran keluar dari rumah dan berlari ke daerah yang lebih tinggi, karena takut terjadi tsunami.

Alhasil, kawasan Karang Pan­jang, Kayu Putih dan STAIN Kebun Cengkeh, Galunggung, Farmasi dan Gunung Nona menjadi padat. Ke­macetan lalu lintas  tak bisa dielakan, karena begitu banyaknya warga, dan kendaraan bermotor.

Kemacetan juga terjadi di kawa­san Passo. Warga ramai-ramai me­ngungsi ke arah Toisapu dan daerah tinggi lainnya.

Pantauan Siwalima, para ASN di Kantor Gubernur Maluku, Pemkot Ambon, pegawai kantor BUMN, BUMD juga berhamburan keluar di jalan-jalan, dan buru-buru untuk pulang ke rumah. Begitupun dengan para siswa dan guru-guru.

Warga yang berada di pasar dan pusat-pusat perbelanjaan juga lari dengan penuh kepanikan.

Suasana Kota Ambon yang tadi­nya ramai, tiba-tiba berubah menjadi sepi.  Toko, rumah makan, dan pu­sat-pusat perbelanjaan ditutup. Sua­sana di pasar tradisional Mardika dan Batu Merah, terminal angkot juga terlihat sepi.

“Kami takut, goncangannya sa­ngat kuat, makanya kami lari,” tandas salah satu warga yang mengaku bernama Merry, kepada Siwalima.

Salah seorang warga Batu Merah juga mengaku, merasakan goncang­an yang kuat. Ia dan keluarganya memilih mengungsi ke Galunggung. “Kami takut tsunami, jadi harus cari tempat yang aman,” ujarnya.

Sementara Kepala BPBD Provinsi Maluku, Farida Sampessy yang dihu­bungi untuk mengkonfirmasi soal pengungsi, tak mengangkat telepon.

Warga Huamual Juga Mengungsi

Gempa 5,2 SR yang mengguncang Pulau Ambon, juga dirasakan warga pesisir pantai Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB). Mereka berhamburan keluar rumah, dan mengungsi ke daratan tinggi.

“Guncangan gempa terasa sangat kencang. Saya panik, gempa sangat kencang membuat rumah bergetar serta jendela rumah bergetar keras,” ujar sala satu warga Huamual, Ah­mad Kaliky.

Menurutnya, gempa yang dirasa­kan cukup kuat di Huamual, sehing­ga warga panik dan mengungsi ke daratan tinggi.

Plt BPBD SBB Nasir Suruali yang dikonfirmasi  mengatakan, tidak ada rumah warga yang mengalami keru­sakan. Hanya warga panik, karena getarannya cukup kuat.

“Masyarakat dihimbau tetap te­nang dan waspada, apabila terjadi gempa susulan,” ujarnya. (S-39/S-48)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *