Nasdem Masih Kaji Kapasitas dan Integritas Calkada

Jelang Pilkada Bursel

NAMROLE, Siwalima – Sebagai partai pemenang pemilu di Kabupaten Buru Selatan, Partai Nasdem tidak akan memberikan rekomendasinya secara sembarangan seperti halnya membeli kucing dalam karung.

Artinya Partai Nasdem tidak akan merekomendasikan calon yang belum diketahui tingkat elektabilitasnya dan kekuatan basisnya serta track recordnya di tengah-tengah masyarakat. Untuk itu sampai saat ini Partai Nasadem masih meneliti serta mengkaji kekuatan maupun kapasitas serta integritas dari setiap calon.

“Kita memang lagi butuh waktu untuk teliti dan kaji baik kekuatan para calon maupun kapasitas dan integritas mereka untuk diusulkan menjadi seorang pemimpin. Prinsipnya Nasdem tidak akan mengusung kucing dalam karung, itu prinsip kami,” tegas Ketua DPD Partai Nasdem Bursel Muhajir, kepada wartawan di Namrole, Jumat (6/3).

Menurutnya, Nasdem selain menyusun calon untuk menang, calon tersebut juga harus bisa dan mampu melakukan pembangunan di kabupaten ini dengan baik. Ini yang dibutuhkan Nasdem, bukan hanya sekedar cerdas namun memahami keluh kesah dan menjiwai apa yang menjadi keluhan rakyat Bursel.

Untuk para kandidat yang berproses di Partai Nasdem, tidak boleh memberikan uang ke siapapun yang mengatasnamakan partai untuk mengamankan rekomendasi, karena mereka yang meminta uang atas nama partai itu makelar.

“Semangat partai Nasdem tanpa mahar itu jelas, kalau pakai mahar itu saya yakin banyak orang yang sudah bayar, tapi sampai hari ini tidak ada satu pun calon yang mampu membayar partai Nasdem, itu jelas,” tegasnya.

Dikatakan, apa yang dikemukakan ini sesuai arahan Koordinator Bapilu NasDem, Prananda Surya Paloh, bahwa Nasdem Bursel harus menyampaikan kepada seluruh kandidat yang bermain duit diluar koridor partai itu adalah makelar dan bukan atas nama partai. Jika ada yang mengatasnamakan partai maka akan ditindak tegas.

“Disitulah tugas saya sebagai Ketua DPD, jaga petunjuk-petunjuk DPP dan menjaga marwah partai dengan lebelnya yaitu tanpa mahar. Jadi soal isu terkait saya terima uang itu tidak benar, silahkan langsung tanyakan ke oknum yang mengatakan bahwa telah mengirim uang tersebut,” tegansya.

Jika ada calon yang memberikan uang kata Muhajir, untuk kepentingan partai dalam hal ini bagi keperluan survey, maka itu sudah jelas berhubungan langsung dengan tim penjaringan bakal calon partai.

Survey yang dilakukan Nasdem menggunakan 4 lembaga survey, selain mempelajari para calon, Nasdem juga berkepentingan mengusung seorang calon dalam subjektivitas juga akan berbicara soal kepentingan partai.

“Semua partai pasti bicara kepentingannya, kalau anda menang posisi Nasdem tidak ada itu omong kosong, kita akan usung orang yang berkomitmen untuk bangun Bursel agar semakin baik dan bisa besarkan partai. Itu jelas, karena Nasdem akan menjaga tradisi untuk menjadi partai pemenang,” cetusnya.

Bahkan dengan semangat, ia mempertegas bahwa setelah rekomendasi keluar untuk calon siapapun, dirinya sendiri yang akan memimpin tim untuk mengabil hati rakyat di enam kecamatan dalam rangka memenangkan calon yang di usung partainya.

“Nasdem tetap komitmen, selain kepentingan daerah kepentingan partai dan subjektifitas untuk membesarkan partai juga. Kita ingin mempertahankan posisi ketua DPRD yang kedua kali dan seterusnya kalau rakyat mempercayakan kita. Jadi momentum pilkada ini pasti partai Nasdem akan memainkan peran, kapal itu akan saya bawa untuk menerjang badai di Bursel,” tuturnya.

Ia juga menyayangkan, jika pilkada yang telah menelan uang rakyat yang begitu banyak ini jika dinodai dengan isu-isu RAS dan agama serta isu-isu yang tidak produktif, sehingga partai Nasdem menghimbau kepada semua calon untuk memaksimalkan isu-isu yang aktual, produktif dan program-program yang pro rakyat. (S-35)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *