CLOSE AD

Namrole Masuk Zona Kuning Malaria 

NAMROLE, Siwalimanews – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buru Selatan, Ibrahim Banda mengaku, saat ini Kecamatan Namrole masuk dalam katagori zona kuning penyakit malaria.

Untuk itu, pihak kabupaten perlu mengantisipasinya dengan cepat, agar jangan sampai daerah ini masuk dalam katagori zona merah untuk penyakit malaria.

“Untuk penyakit malaria harus dibasmi karena tujuan dari pemberantasan penyakit ini terutama pada Provinsi Maluku di tahun 2020 harus tereliminasi. Kabupaten Bursel sendiri berstatus hijau, terkeculi Kecamatan Namrole yang statusnya tetap kuning,” ungkap Banda kepada wartawan di ruang kerjannya.

Dijelaskan, dari hasil penelusuran Dinkes, ternyata ada beberapa faktor yang mendukung sehingga Namrole masih berstatus kuning. Fkator tersbeut adalah, hingga kini masih ada penderita malaria di kota tersebut.

“Sebenarnya kita miliki tiga kategori status untuk malaria yakni, merah, kuning dan hijau. Status merah itu yang benar-benar butuh perhatian khusus, karena disitu masih tinggi angka penderita malarianya. Kalau kuning kira-kira sudah sedanglah. Jika hijau itu berarti sudah aman,” urainya.

Menurutnya, masih ada penderita malaria di Namrole, dikarenakan kebanyakan sungai dan gorong-gorong kecil dalam struktur pembuatannya pada musim-musim tertentu akan tertutup di bagian hilir, inilah menjadi faktor penyembab bibit malaria itu hidup dan berkembang.

Untuk itu, Dinkes akan menyampaikan ke pihak-pihak terkait yang bertanggung jawab terhadap gorong-gorong maupun sungai-sungai kecil agar bisa ditata dan dikelola sebaik mungkin sehingga air bisa mengalir dengan baik dan tidak ada tempat untuk jentik-jentik nyamuk itu hidup.

Selain itu, dinas terkait lainnya juga akan diajak untuk bekerja sama dan membantu memberantas jentik-jentik nyamuk penyebab malaria sehingga yang tadinya Namrole berada pada status kuning bisa kembali ke status hijau.

“Kami akan ajak Dinas Perikanan untuk menebar bibit ikan kepala tima di program-program nasional, sebab ikan itu yang nantinya makan jentik-jentik nyamuk sehingga kemungkinan malaria di kota ini bisa tereliminasi seperti daerah lainnya,” janjinya.

Disamping itu kata Banda, hal yang paling utama untuk mengantisipasi agar Namrole tak beralih status dari kuning ke merah adalah memutus mata rantai, artinya mengatasi jangan sampai nyamuk penyebab malaria itu sampai ke manusia dengan cara melindungi manusia dari nyamuk.

“Tahun ini khusus untuk Namrole dalam rangka menurunkan status kuning itu, kita telah sediakan 10 ribu kelambu untuk dibagikan ke masyarakat, kemudian kami akan undang dari Ambon untuk datang berikan sosialisasi tentang penanggulangan malaria. Petugas dan semuanya sudah kami siapkan, harus cepat kalau tidak apa yang diharapkan menjadi hijau tidak akan tercapai,” pungkasnya. (S-35)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *