Nama Robby dan Titi di Meja KPU

AMBON, Siwalimanews – DPP PDI Perjuangan dan DPP Gerindra telah mengusulkan pelan­tikan Benhur Watubun dan Johan Johanes Lewerissa sebagai anggota DPRD Maluku.

Pengusulan pelantikan dilakukan berdasarkan putusan mahkamah partai. Mahkamah Partai PDI Perjuangan mengabulkan gugatan Benhur Watubun terhadap Wilhelm Daniel Kurnala alias Titi yang ada­lah anggota DPRD terpilih dari dapil Maluku VI yang meliputi Kabupa­ten Maluku Tenggara, Kota Tual dan Kepulauan Aru.

Sama halnya dengan Mahkamah Partai Gerindra yang juga meme­nangkan Johan Johanes Lewerissa dalam sengketa melawan Robby B Gaspersz, anggota DPRD terpilih  dapil Maluku I yang meliputi Kota Ambon.

Ketua KPU Maluku, Syamsul R. Kubangun yang dikonfirmasi me­ngaku, pihaknya sudah menerima surat dari DPP PDI Perjuangan dan DPP Gerindra pada Selasa 1 Oktober 2019.

Surat dari DPP PDI Perjuangan berisikan pemberitahuan pemecatan Wilhelm Kurnala, sekaligus meminta KPU Maluku merubah keputusan Nomor 606 dan menetapkan Benhur Watubun sebagai anggota DPRD Maluku terpilih.

“Untuk PDIP kami menerima surat pemberitahuan pemecatan Wilhelm Kurnala, dalam surat itu juga me­minta KPU merubah keputusan KPU Nomor 606 dan menetapkan Benhur Watubun sebagai pemenang suara terbanyak berikutnya, karena We­llem Kurnala sudah dipecat,” jelas Kubangun kepada Siwalima, mela­lui telepon selulernya, Senin (7/10).

Sementara surat dari DPP Gerin­dra, kata  Kubangun, ditujukan ke­pada Mendagri, dan KPU Maluku mendapatkan tembusan. Isinya, tentang pengusulan pelantikan anggota DPRD Maluku atas nama Johan Johanes Lewerissa.

“Dari DPP Gerindra kami hanya menerima surat tembusan, KPU Ma­luku berada pada tembusan 6 dari surat tertanggal 1 Oktober itu, isinya tentang pengusulan pelantikan. Surat itu ditujukan ke Mendagri,” jelasnya lagi.

Kubangun mengatakan, pihaknya akan melakukan konsultasi dengan KPU Pusat perihal surat DPP PDIP dan DPP Gerindra.

“Jadi terhadap dua surat ini, kami sangat hati-hati sekali, sehingga kami konsultasi dengan KPU RI menyampaikan keadaan dua surat itu,” ujarnya.

Sementara Ketua KPU RI, Arief Budiman yang dihubungi beberapa kali melalui telepon selulernya, namun tidak direspon.

Plt Sekretaris DPRD Maluku, Bo­dewin Wattimena ketika dikonfirma­si, mengaku sampai saat ini belum ada surat apapun yang diterima dari KPU Maluku maupun partai politik.

“Belum ada surat yang masuk, jadi DPRD menunggu saja,” ujarnya.

DPD Juga Terima Surat

Bendahara DPD PDI Perjuangan Maluku, Lucky Wattimury membe­narkan surat dari DPP yang disam­paikan kepada KPU Maluku, dan tembusannya ke DPD.

Selanjutnya, kata Wattimury, DPD PDI Perjuangan Maluku akan ber­koordinasi dengan KPU Maluku untuk mengecek tindak lanjut surat DPP tersebut.

“Kita akana koordinasi dengan KPU, dan bagaimana kita bisa me­ngambil langkah-langkah. Koordi­nasi juga akan dilakukan dengan Ketua DPD untuk bagaimana selan­jutnya. Sebab, keputusan DPP final untuk dilaksanakan. Dan tidak perlu lagi kita perdebatkan. Kita tunggu saja, KPU berproses dan kita akan mempersiapkan segala hal untuk proses pelantikan Benhur Watu­bun,” tandasnya, saat dihubungi Si­walima, melalui telepon selulernya tadi malam.

Sekretaris DPD Gerindra Maluku,  Djuminah Ratna Juwita juga mem­benarkan, DPP Gerindra sementara mengusulkan pelantikan Johan Le­werissa sebagai anggota DPRD Maluku.

“Setahu saya memang saat ini DPP sementara berproses pengusulan pe­lantikan, saya belum bisa komen­tar apa-apa, karena saya baru da­tang dari Jakarta,” kata Juwita singkat.

Robby Gugat Gerindra

Seperti diberitakan, Robby B Gas­persz, akan menggugat Partai Ge­rindra yang menolak pelantikan dirinya sebagai Anggota DPRD Maluku.

Bagi Gaspersz putusan tersebut tidaklah mendasar. Karena itu, calon anggota DPRD Dapil Kota Ambon ini  telah mempersiapkan sejumlah pengacara untuk mengugat DPP dan Mahkamah Partai ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

“Saya sudah siapkan sekitar 3 pengacara untuk mengugat DPP dan Mahkamah Partai, dan kemungkinan gugatan didaftarkan pada Rabu (9/10) mendatang,” jelas mantan ang­gota DPRD Maluku Fraksi Gerindra ini kepada Siwalima melalui tele­pon selulernya, Minggu (6/10).

Gaspersz sebelumnya mengung­kapkan, suara yang dia peroleh pada pileg lalu secara keseluruhan meru­pakan suara yang sah. Untuk itu diri­nya merasa aneh jika ada yang me­nganulir suara tersebut.

“Masyarakat Kota Ambon yang memilih saya berjumlah 5.507 suara, dan itu suara murni tanpa ada cacat sedikitpun. Itu suara pergumulan me­reka yang harus saya pertang­gung­jawabkan nanti,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Majelis Kehormatan DPP Gerindra, Habiburokhman yang dikonfirmasi Siwalima melalui telepon seluler­nya, Minggu (6/10) menjelaskan, DPP maupun Mahkamah Partai siap melawan gugatan yang diajukan oleh Gaspersz.

“Kita siap jika itu diajukan,” jelas­nya.

Dikatakan, Gaspersz mempunyai hak untuk mengajukan gugatan jika dirinya merasa tidak setuju dengan keputusan DPP ataupun Mahkamah Partai.

“Itu hanya dia, setiap orang kan punya hak untuk ajukan gugatan dan kita prinsipnya tetap bersedia. Jika dia punya bukti, kita juga siap­kan bukti,” ujarnya singkat.

Kalah di Mahkamah Partai

Sengketa perselisihan suara an­tara caleg Partai Gerindra Johan Jo­hanis Lewerissa dengan Robby B Gaspersz berakhir di Mahkamah Par­tai.

Tak hanya mengajukan gu­gatan ke MK, namun Lewerissa juga me­ngadu ke Mahkamah Partai Ge­rindra. Ia merasa dicurangi saat rekapitu­lasi penghitungan suara.

Setelah memeriksa bukti-bukti dan sak­si-saksi, Mahkamah Partai me­mu­tuskan untuk mengabulkan per­mo­honan Johan Lewerissa.

Wakil Sekretaris Majelis Kehor­matan DPP Gerindra, Habibu­ro­khman yang dikonfirmasi Siwa­lima Senin (23/9) malam melalui telepon selulernya mengatakan, sidang seng­keta perselisihan suara yang diajukan oleh Johan Lewerissa dipu­tuskan pada Kamis, 19 September lalu.

“Jadi pada intinya kita sudah periksa perkara pak Johan, dan Ka­mis minggu lalu kita sudah pu­tuskan untuk mengabulkan permohonan pak Johan,” jelas Habiburokhman.

Sebanyak 18 majelis mahkamah partai secara bulat memutuskan menerima permohonan Johan Le­werissa.  Keputusan diambil sete­lah mahkamah partai memeriksa Lewe­rissa selaku pelapor, Robby Gas­persz sebagai terlapor, para sak­si, dokumen-dokumen dan bukti-bukti yang diajukan oleh pelapor dan terlapor.

DPP Putus Benhur

DPP PDI Perjuangan telah me­mutuskan Benhur George Watubun menggantikan Welhelm Daniel Kurnala sebagai anggota DPRD Provinsi Maluku periode 2019-2024 dari dapil Maluku VI, yang me­liputi Kabupaten Malra, Kota Tual dan Kabupaten Kepulauan Aru.

Penetapan DPP PDI Perjuangan itu didasarkan pada Keputusan Majelis Mahkamah Partai tertang­gal 16 Agustus 2019, masing-masing Trimedya Panjaitan selaku ketua merangkap anggota, Djarot Saiful Hidayat, Idham Samawi, Komarudin Watubun, Utut Adiyanto dan Sayed Muhammad Mulyadi selaku ang­gota.

Putusan Mahkamah Partai itu menyusul adanya laporan yang diajukan oleh Benhur George Watu­bun terkait dengan terjadinya per­geseran, penambahan dan/atau penghilangan suara yang diperoleh pelapor khusus di Kabupaten Ma­luku Tenggara, dimana tercatat dari 1.858 suara milik pelapor hilang atau dilenyapkan 28 suara sehingga tersisa 1.830 suara.

Berdasarkan laporan dan peme­riksaan alat bukti baik keterangan saksi dan sejumlah  dokumen, maka Mah­kamah Partai memutuskan, satu, mengabulkan laporan pelapor untuk seluruhnya. Dua, menetapkan suara yang benar di dapil Maluku VI yakni Benhur George Watubun 3.979 suara sementara  Wellem Daniel Kurnala 3.958 suara.

Tiga, menetapkan pelapor sebagai calon anggota DPRD Provinsi Ma­luku dari dapil Maluku VI serta empat, menjatuhkan sanksi kepada ter­lapor sesuai dengan anggaran dasar, anggaran rumah tangga dan peraturan partai.

Atas putusan Mahkamah Partai itulah, DPP mengirimkan surat ke­pada DPD PDI Perjuangan Provinsi Maluku, dengan Nomor: 709/IN/DPP/IX/2019 tertanggal 12 September 2019, perihal Instruksi Pelaksa­naan Putusan Mahkamah Partai.

Surat  DPP tersebut ditandata­nga­ni oleh Ketua, Komarudin Watubun dan Sekjen Hasto Kristianto, tem­busannya disampaikan kepada Pusat Analisa dan Pengebdalo Si­tuasi PDI Perjuangan. (S-19)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *