AMBON, Siwalimanews – Belum ada kepastian kapan Musya­warah Daerah X Partai Golkar Maluku digelar. Surat Dewan Pimpinan Daerah  yang memberitahukan waktu pelak-sanaannya hingga kini belum direspons oleh Dewan Pimpinan Pusat.

 Surat kedua DPD I Golkar Maluku yang diteken oleh Said Assagaff dan Roland Tahapary selaku ketua dan sekretaris me­minta Musda digelar pada 4-6 Maret di Kota Ambon. Tetapi soal waktu, DPP belum memu­tuskan setuju atau­kah tidak. Sebab, agenda Musda berlang­sung hampir bersamaan di semua daerah.

Namun Koordinator Partai Golkar Wilayah Indonesia Timur, Hamzah Sangadji yang dikonfir­masi enggan berkomentar, de­ngan alasan sementara beristi­rahat. “Saya sementara istirahat, karena kurang enak badan,” ujar Sangadji saat dihubungi Siwa­lima, tadi malam melalui telepon selulernya.

Sementara Wakil Sekjen DPP Golkar, Decky Loupatty yang dihubungi mengaku, masih ber­koordinasi dengan korwil untuk kepastian waktunya.

“Saya masih berkoordinasi de­ngan korwil untuk kepastian waktu­nya. Nanti kalau sudah ada jad­walnya saya sampaikan karena Mus­da ini berentet di semua daerah,” ujarnya.

Ketua Panitia Musda X Golkar Maluku, Fredek Rahakbauw, yang dikonfirmasi juga mengaku, belum ada kepastian waktu pelaksanaan Musda. Waktunya masih diatur oleh DPP.

“Agenda Musda di semua daerah masih diatur, jadwal Musda X Golkar Maluku harus disesuaikan dengan jadwal orang DPP yang diutus mem­bawa mandat untuk proses pemi­lihan, karena DPP merupakan pemilik satu suara,” jelas Rahakbauw.

Rahakbauw mengatakan, panitia mencoba memajukan waktu pelaksa­naan, 2-3 Maret.  Namun ternyata tidak bisa, karena bertepatan de­ngan agenda DPP.

“Awalnya memang sesuai dengan surat DPD Musda dimintakan untuk dilaksanakan pada tanggal 4-6 Maret, namun karena bersamaan juga dengan agenda DPP, panitia mencoba memajukan pada tanggal 2-3 Maret, tetapi ternyata belum bisa dilakukan karena belum ada kepas­tian waktunya dari DPP. Jadi kita masih tunggu dari DPP,” ujarnya.

Polemik Berakhir

Seperti diberitakan, polemik soal lokasi Musda X Golkar Maluku ber­akhir. Dewan pimpinan pusat partai ku­ning ini telah memutuskan Kota Am­bon sebagai tempat pelak­sanaan­nya. DPP memutuskan Kota Ambon sebagai lokasi Musda menyikapi sikap DPD Golkar Maluku pimpinan Said Assagaff dan sekretarisnya Roland Tahapary yang plin plan dalam penentuan lokasi.

Awalnya, Assagaff dan Tahapary menyurati DPP dan memberitahukan kalau Musda berlangsung di Ambon pada 4-6 Maret di Kota Ambon. Berbeda dengan keputusan pimpi­nan partai, panitia menetapkan Mus­da digelar di Kota Bula, Kabupaten SBT pada 4-5 Maret.

Tak kuasa melawan tekanan panitia, Assagaff menyerah. Surat kembali dilayangkan ke DPP dan memberi­ta­hukan lokasi dan waktu Musda sesuai yang telah ditetapkan oleh panitia.

Koordinator Partai Golkar Wilayah Indonesia Timur, Hamzah Sangadji memastikan Musda X Golkar Ma­luku dilaksanakan di Kota Ambon pada 4-6 Maret. “Insya Allah di Kota Ambon,” tandas Sangadji, saat dihubungi Siwalima, melalui telepon selulernya, Senin (24/2).

Sangadji meminta agar lokasi Musda Golkar Maluku tak lagi dipolemikan. Sebab, dipastikan digelar di Ambon.

“Tidak usah dipolemikan lagi soal itu ya, karena yang pasti itu digelar di Kota Ambon,” ujarnya.

Sekretaris Panitia, Yusri AK Mahedar yang dihubungi juga me­ngatakan, Musda Golkar berlang­sung di Ambon. “Musda di Ambon, tapi kita masih menunggu surat dari DPP, prin­sipnya di mana saja keputusan DPP, kita panitia siap bekerja,” tandas Mahedar. (S-16)