AMBON, Siwalimanews – KM Bahtera Nusantara 02 akhirnya memiliki kapten dan dipastikan kapal ini segera ber­layar ke Ambon.

“Setelah diberikan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Su­madi, kapal sendiri belum ada kaptennya, sekarang sudah ada, dia orang dari Maluku,” kata Kadis Perhubungan Maluku, Mu­hamad Ali Malawat kepada war­tawan di Kantor Gubernur Maluku, Kamis (3/9).

Dijelaskan, kapal saat ini dalam proses doking dan belum bisa dioperasikan.

“Dalam proses inilah kapten kapal dan ABK melalukan pengenalan seluruh kapal, kalau sudah, kita pastikan di akhir bulan ini sudah bisa dibawa ke Ambon,” ujar Malawat.

Gubernur Maluku, Murad Ismail sebelumnya menerima KMP jenis roll on-roll of (roro) dari Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Baca Juga: GMKI: Mayoritas Masyarakat Ingin Stop PSBB

Penyerahan kapal bernama Bahtera Nusantara 02 dengan bobot 1500 GT tersebut berlangsung di  Hotel Mulia, Jakarta, Rabu (5/8). Kapal tersebut masih di galangan Surabaya, PT Dumas Tanjung Perak Shipyard.

“KMP Bahtera Nusantara 02 sudah bisa didatangkan ke Maluku untuk dioperasikan, tinggal Pemprov Maluku berkoordinasi dengan pihak galangan kapal,” jelas Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam rilis Humas dan Protokol Setda Maluku yang diterima Siwalima..

Dengan penyerahan kapal roro, Menteri Perhubungan berharap, KMP Bahtera Nusantara 02 dapat membantu dalam mendukung konektivitas antar wilayah, khususnya aksesibilitas antar pulau di Maluku.

“Kami berharap kehadiran kapal ini dapat membantu pak gubernur dalam mendukung keberlangsungan ekonomi, distribusi logistik, serta pengembangan pulau-pulau dan daerah sekitarnya,” katanya.

Selain itu, Menhub juga menying­gung soal mangkraknya sejumlah kapal ferry yang dikelola BUMD Kabupaten di Maluku. Dia berharap, manajemen pengelolaan KMP Bahtera Nusantara 02 jangan sampai mangkrak seperti lainnya.

“Jangan sampai pengelolaan KMP Bahtera Nusantara 02 ini mangkrak,” pesannya.

Ditempat yang sama, Gubernur Maluku Murad Ismail menyampaikan, terima kasihnya kepada pemerintah pusat khususnya Kementerian Perhubungan.

“Saya atas nama gubernur dan masyarakat Maluku menyampaikan terima kasih atas perhatian pemerintah pusat, terkhususnya Pak Menteri dan jajaran,” kata gubernur.

Maluku membutuhkan banyak kapal motor penyeberangan antar pulau, mengingat karakteristik geografis yang kepulauan dan memiliki wilayah laut yang luas.

Menurutnya, kapal jenis roro ini sangat strategis untuk mendukung akses penyeberangan di Maluku yang 92,4 persen laut dari wilayah Maluku seluas 712.480 kilometer persegi. “Pemberian kapal ini sangat membantu kami. Kami masih butuh beberapa kapal lagi, tapi sementara ini sudah membantu kehutuhan akses penyeberangan di Maluku,” tandasnya.

Direktur PD Panca Karya, Rusdy Ambon mengungkapkan, kehadiran KMP Bahtera Nusantara 02, nantinya dimanfaatkan untuk mendukung pelayanan penyeberangan di Maluku yang memang membutuhkan armada berkapasitas besar, karena sering dihadapkan dengan kondisi cuaca ekstrem.

“Kehadiran KMP Bahtera Nusantara 02 diharapkan juga akan mendukung pengembangan sektor pariwisata maupun kelautan dan perikanan di Maluku, selain untuk aksesibilitas barang dan orang antar pulau di Maluku,” tandasnya.

Hadir dalam acara ini yakni Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi dan sejumlah pejabat Kemenhub. (S-39)