Mengenal Infeksi Katup Aorta, Salah Satu Penyebab Gagal Jantung

Jantung merupakan organ vital yang membantu keberlangsungan hidup manusia.

 

Sebagai salah satu organ yang bertugas menerima dan memompa darah ke seluruh tubuh, jantung dilengkapi dengan empat katup yang berfungsi mengatur aliran darah agar berjalan dengan lancar. Katup ini juga menjadi pembatas ruang pada jantung, seperti katup trikuspid, katup mitral, katup pulomonal, dan katup aorta.

Empat katup jantung ini akan membuka dan menutup seirama dengan detak jantung. Hal itu berguna untuk mengaliri aliran darah ke berbagai ruangan di dalam jantung seperti atrium kanan dan kiri, serta ventrikel kanan dan kiri. Salah satu katup yang sering menjadi penyebab gagal jantung pada setiap orang yakni katup aorta.

Dokter spesialis bedah toraks dan kardiovaskular Siloam Hospitals Lippo Village, Dicky A. Wartono, Sp.BTKV mengatakan katup aorta ini merupakan katup yang memisahkan antara aorta dengan jantung sebagai pintu masuknya, sehingga mengatur aliran darah dari ventrikel kiri menuju pembuluh aorta hingga berlanjut ke seluruh tubuh dalam satu arah.

“Pada prinsipnya katup ini bekerja satu arah, dia membuka kemudian menutup untuk mencegah darah kembali ke jantung. Tapi, kalau katupnya bermasalah dia bisa gagal membuka dengan sempurna begitu juga tidak bisa menutup dengan sempurna, sehingga menyebabkan gagal jantung,” ujar Dicky di Siloam Hospitals Lippo Village Tangerang, Banten, Selasa (24/9/2019).

Dicky menilai hal tersebut dikarenakan adanya infeksi pada saluran katup aorta, sehingga menyebabkan terganggunya aliran darah ke jantung. Selain itu, faktor degeneratif seperti penuaan dan pengapuran juga sangat memengaruhi, karena mampu mengakibatkan tidak lancarnya aliran darah pada katup tersebut.

“Di Indonesia, keadaan ini paling sering diakibatkan oleh penyakit jantung rematik. Biasanya, kelainan ini bisa disertai dengan infeksi, atau yang biasa kita kenal dengan sebutan endocarditis bakterialis,” terangnya.

Dicky menuturkan hal tersebut dapat berdampak pada penyempitan katup aorta, sehingga kerja jantung menjadi lebih berat dan memerlukan tenaga lebih besar untuk membuka aliran darah pada katup tersebut. Pada tahap ini jantung bisa bertahan, tapi risiko gagal jantung pun menjadi lebih tinggi.

“Jantung akan memompa darah dengan cukup kuat, hingga akhirnya otot jantung lelah dan tidak cukup kuat untuk memompa darah lagi,” sebutnya.

Dicky menuturkan penyempitan katup aorta ini bisa menimpa pada setiap orang, baik perempuan maupun laki-laki. Gejalanya dapat terlihat dalam aktivitas sehari-hari. Misal, seseorang akan mudah nyeri dada, sesak napas, hingga pingsan. Sampai saat ini, obat-obatan yang tersedia hanya mampu meringankan gejalanya saja, tetapi belum bisa mengatasi penyakit tersebut.

Makin dini suatu penyakit terdeteksi, maka makin besar peluang untuk sembuh karena bisa mendapat pertolongan yang lebih cepat dan tepat. Untuk itu, langkah awal pencegahan agar terhindar dari sakit ini adalah melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala atau medical check up. Kepedulian dan kewaspadaan Anda sekarang, akan menyelamatkan nyawa Anda di masa depan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *