AMBON, Siwalimanews – Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah Ikatan Keluarga Teon Nila Serua (TNS), Stevin Melay, mendesak Bupati Maluku Tengah (Malteng), Tuasikal Abua untuk segera mengevaluasi manajemen di RSUD Masohi terkait dengan meninggalnya salah satu warga Negeri Jerili, Kecamatan TNS, Korinus Helniha (73), yang divonis positif Covid-19.

Kepada Siwalima, Melay menjelaskan, terkait dengan kejadian perampasan jenasah oleh masyarakat Negeri Jerili di RSUD Masohi, Selasa (27/7), yang mana itu dari karena ketidakpuasan masyarakat terhadap sistem pelayanan dan manajemen di RSUD Masohi dalam kaitan dalam penanganan Covid-19.

Kata Melay, sebagai Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah IKB TNS, saya ingin untuk menyampaikan beberapa hal,  pertama, kami menyatakan penyesalan terhadap tindakan yang dlakukan atau pola manjemen yang terjadi pada rumah sakit sehingga sudah dua kali kejadian yang menimpa masyarakat TNS.

Kedua, tindakan yang dilakuan bagi kami setelah melakukan investigasi, pengecekan baik itu terhadap kondisi yang terjadi dan apa yang disampaikan oleh keluarga, kami menyimpulkan adanya kelalain yang terjadi di rumah sakit Masohi, dan kelalaian ini menimbulkan respon dan protes dari  masyarakat.

“Sebagai  pimpinan masyarakat TNS, kami menyatakan penyesalan sikap dari Bupati Malteng yang menurut kami sebagai penanggung jawab pemerintah sekaligus penanggung jawab dan pengen­dalian covid di Malteng, beliau sangat lalai karena tidak secara baik, riil melakukan penyelesaian terhadap ketidakpuasan yang muncul selama ini di masyarakat lebih khusus di RSUD Masohi,” ujarnya, melalui telepon seluler, Rabu (28/7).

Baca Juga: Pencairan Dana Gema Tahap II Akhir Agustus

Dikatakan, peristiwa perampasan jenasah terhadap jenasah warga Negeri Watludan, beberapa waktu lalu, juga mendapat protes yang luar biasa dan berdampak sosial bahkan ekonomi dan sebagainya karena adanya penutupan jalan oleh masyarakat dan  itu cukup beralasan melakukan protes soal manajemen penanganan yang tidak profesional.

“Sekali lagi sebagai pimpinan warga TNS, saya minta Kapolres Malteng melakukan upaya untuk memastikan bahwa apa yang terjadi di RSUD Masohi itu tidak dilatar belakangi oleh kepentingan terselubung dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dalam hal ini managemen rumah sakit dan kami mendesak bupati untuk bisa memperbaiki, menintervensi pola menagemen yang terjadi di RSUD Masohi karena semakin hari muncul ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemerintah dalam hal ini terjadi dengan penanganan covid,” tegasnya.

Disisi lain, tambah Melay yang juga Kaprodi Biologi FKIP Unpatti ini. masyarakat dituntut untuk melakukan tapi disisi lain pemerintah tidak siap dengan antipasi yang berkaitan dengan manajemen sistem yang merupakan organ supor dari daerah salah satunya RSUD Masohi. (S-16)