AMBON, Siwalimanews – Provinsi Maluku ditetapkan sebagai tuan rumah pelaksanaan Kongres Regional penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2020-2024.

Rencananya, kongres ini akan dibuka oleh Menteri Peren­canaan Pembangunan/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Bambang Brodjpnegioro pada 12-13 September mendatang, bertempat di Hotel Santika Premiere Ambon.

“Kongres akan dibuka oleh Menteri Perencanaan Pemba­ngunan, pak Bambang dengan menghadirkan 4 gubernur yakni Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat serta para bupati/walikota dari keempat provinsi,” jelas Plt Kepala Bappeda Provinsi Maluku, Djalaludin Salampessy kepada wartawan di Kantor Gubernur Maluku, Jumat (30/8)

Dikatakan, kongres ini merupa­kan langkah strategis untuk menghimpun berbagai informasi terkait kebutuhan pembangunan dalam lima tahun kedepan, yang akan diakomodir dalam RPJMN.

“Dalam konteks itu akan disesuaikan dengan visi-misi presiden terpilih dan gubernur dari empat provinsi di kawasan Indonesia Timur,” kata Salampessy.

Baca Juga: KKT Bakal Jadi Kabupaten Berbasis Tenun

Menurutnya, lewat kegiatan ini para peserta dari empat provinsi ini akan berdialog dengan Bappenas, terkait kebutuhan yang akan diakomodir di dalam RPJMN.

“Ada tiga unggulan plus satu yang akan kita disampaikan pada kongres nanti yaitu Perikanan, Perkebunan dan Pariwisata serta pertambangan. Dimana pertambangan ini, 16 cekungan migas yang akan memberikan dampak luas bagi pertumbuhan ekonomi Maluku,” ujarnya.

Melalui kegiatan dimaksud Salampessy mengharapkan, para gubernur akan memberikan dukungan terhadap infrastruktur dalam mengelola dan mengek­sploitasi potensi sumber daya alam, terutama konektivitas dari pusat produksi ke pasar, pengua­tan sumber daya manusia (SDM) untuk pengelolaan potensi SDA. Serta yang paling penting adalah dukungan terhadap kebutuhan masyarakat untuk percepatan penurunan kemiskinan yang mendorong investasi eksploitasi SDA.

“Kenapa kita menjadi tuan rumah karena dapat memberikan dampak ekonomi bagi daerah, UMKM kita bisa berpartisipasi, apalagi estimasi peserta 300-500 peserta yang datang ke Kota Ambon,” tegasnya. (S-39)