AMBON, Siwalimanews – Provinsi Maluku masuk dalam daftar wilayah dengan tingkat penyuntikan vaksin terendah di seluruh Indoensia.

Data tersebut merupakan data terpusat yang disampaikan Mabes Polri dalam rapat kordinasi yang dilakukan secara virtual.

Guna mencegah penyebaran covid-19 yang terus mengalami peningkatan, dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya vaksinasi, maka Wakapolda Maluku Brigjen Jan de Fretes mengajak masyarakat agar dapat berpartisipasi dalam mengikuti vaksinasi.

Ajakan Wakapolda ini disampaikan dalam rakor lanjutan, dalam rangka membahas percepatan vaksinasi covid-19 dan pelaksanaan HUT Bhayangkara ke-75 pada 1 Juli mendatang di ruang Command Center Polda Maluku, Selasa (22/6).

Tak hanya kepada masyarakat, Wakapolda juga menginstruksikan anggotanya untuk menjadi contoh kepada masyarakat.

Baca Juga: Wattimury Resah, RUU Kepulauan tak Kunjung Dibahas

“Tolong dijelaskan kepada anggota kita yang belum melaksanakan vaksinasi agar segera dapat mengikutinya, kedepannya semua kegiatan yang dilaksanakan akan menggunakan sertifikat sehingga dapat memenuhi target yang sudah ditentukan,” ucap Wakapolda.

Rakor yang digelar Polda Maluku ini merupakan implemetasi dari rakor terpusat di Jakarta yang dipimpin Asops Kapolri Irjen Imam Sugianto secara virtual.

Dalam rakor tersebut, Asops menekankan instruksi Presiden tentang dua hal terkait implementasi dan PPKM berskala mikro di seluruh wilayah.

“Bapak presiden mengharapkan implementasinya dan wilayah yang masuk zona merah untuk melakukan penebalan-penebalan, mengambil langkah progresif untuk melakukan PPKM Mikro,” tandasnya.

Imam meminta jajaran Polda di seluruh Indonesia untuk meng-update jumlah personel Polri yang melaksanakan penebalan setiap harinya.

“Terkait penebalan setiap hari di-update jumlah personel untuk dilaporkan kepada bapak Presiden,” ucapnya.

Terkait proses vaksinasi massal, Imam berharap tidak dilakukan untuk kepentingan personil Polri semata, tetapi 1 juta vaksin tersebut diberikan kepada semua elemen masyarakat.

“Bersama dengan TNI untuk saling membantu vaksinasi massal tanggal 26 Juni 2021. Pelaksanakan vaksinasi akan dievaluasi setiap minggunya, dan pelaporan akan diperbaiki agar kewilayahan tidak bingung,” pintanya.

Ia mengungkapkan, berdasarkan data yang masuk dari tanggal 16 sampai 21 Juni 2021, jumlah vaksinasi tertinggi dilaksanakan di Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Metro Jaya, Kalimantan Barat, dan Kepulauan Kepri.

Sedangkan vaksinasi terendah berada di Maluku, Nusa Tenggara Timur, Maluku Utara, Papua Barat dan Kalimantan Timur.

“Kepada para Wakapolda se-jajaran saya minta untuk diperhatikan, sehingga target vaksinasi 1 juta orang dapat tercapai. Kita akan lakukan Anev harian, mudah-mudahan pelaksanaan vaksinasi mengalami peningkatan, dan angka dari 34 provinsi akan digabungkan menjadi 1 juta,” harapnya. (S-45)