AMBON, Siwalimanews – Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Penddikan (FKIP) Unpatti Ambon Aldo Rafael Sahertian nekat mengakhiri hidupnya dengan cara menggantung diri.

Mahasiswa Program Studi Geologi ini ditemukan tergantung dengan seutan tali rafia berwarna merah dengan kondisi tidak bernyawa di kos-kosan miliknya di kawasan Lorong Prabowo Negeri Rumatiga, Kecamatan Teluk Ambon, Minggu (10/5) pukul 21.13 WIT.

Motif pria 21 tahun ini mengakhiri hidupnya dengan cara tidak wajar, diduga lantaran masalah asmara. Hal tersebut diketahui lewat curhatan korban kepada beberapa rekannya, sesaat sebelum korban ditemukan tewas.

“Dari keterangan saksi-saksi korban sempat minum minuman keras bersama tiga orang teman kosnya dan bercerita bahwa korban lagi ada masalah dengan pacarnya,” ungkap Kasubag Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Iptu Julkisno Kaisupy kepada wartawan di Mpaolresta, Senin (11/5).

Sebelum mengakhiri hidup kata Kasubag, korban sempat berpesan kepada keluarga dan orang orang terdekat lewat cuitannya di status Whatsappnya yang juga diposting sesaat sebelum korban ditemukan tewas.

Baca Juga: Brimob Aru Kembali bagi Sembako ke Masyarakat

“Sebelum melakukan aksi gantung diri korban sempat membuat status Whatsapp  yang isinya “Mama, Papa, Basudara Jang Mara Beta Kasi Tinggal Kamong, Bukang Berarti Beta Seng Bisa, Tapi Beta Seng Sanggup dan Hidup ini Lai Talalu Saki”. postingan ini memperkuat penyataan saksi-saksi bahwa motif bunuh diri diduga kuat korban frustrasi,” bebernya.

Usai ditemukan tewas, korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Tantui Ambon untuk kepentingan visum.

“Dari hasil visum luar tidak terdapat adanya tanda-tanda kekerasan, sehingga dari keterangan  saksi-saksi, hasil visum dan barang bukti, kematian korban murni merupakan aksi bunuh diri,” jelas Kasubag. (S-45)