Lokamonitor: Kapal Nelayan Wajib Miliki Radio

AMBON, Siwalimanews – Kantor Loka Monitor Spektrum Frekuensi Radio Ambon menggelar, sosialisasi perizinan radio laut bagi kapal nelayan seta para pemilik kapal ikan di Provinsi Maluku.

Kegiatan Maritim on the Spot ada­lah salah satu bentuk kegiatan yang dilaksanakan oleh Direktorat Operasi Sumber Daya, Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Pe­rangkat Pos dan Informatika up. Loka Monitor Spektrum Frekuensi Ra­dio Ambon, dalam rangka mening­katkan pelayanan perizinan fre­kuensi Radio Dinas Maritim yang lebih cepat, akurat dan transparan.

Penggunaan radio laut ini bertu­juan, untuk melindungi para nelayan dari terjadinya bencana saat tengah melaut, sehingga kapal laut khusus nelayan, wajib menggunakan radio kapal laut atau radio laut,” jelas Fungsional Pengendali Frekuensi Radio pada Kantor UPT Loka Monitor Spektrum Frekuensi Radio Ambon Jerry Leatemia ketika membuka sosialisasi perizinan stasiun radio kapal laut bagi nelayan di Maluku yang dipusatkan di aula PPN Tantui, Senin (9/3)

Para nelayan menurutnya, sebagai potensi masyarakat yang menggu­nakan spektrum frekuensi radio telah diatur oleh pemerintah.

“Saya memandang kegiatan sosia­lisasi dan bimbingan teknis maritim on the spot (Most) 2020 sangat penting sebagai wujud nyata dalam upaya edukasi, atau pembelajaran kepada para nelayan tentang pen­tingnya penggunaan perangkat radio maritim (Gerakan Nelayan Sadar Frekuensi),” ujarnya.

Ia menjelaskan, perlu disampaikan bahwa kegiatan Mots 2020 meru­pakan program baru Kantor Loka Monitor Spektrum Frekuensi Radio Ambon yang baru pertama kali dilaksanakan di propinsi Maluku.

Dalam membantu nelayan atau pemik kapal mendapatkan izin peng­gunaan radio, pihaknya telah me­nye­diakan loket pelayanan yang siap melayani proses pengurusan izin stasiun radio kapal laut secara gra­tis di loket pelayan terpadu kan­tor Pelabuhan Perikanan Nusantara Ambon.

“Tujuannya untuk memudahkan para pemilik kapal dan nelayan untuk mengurus Izin Stasiun Radio kapal laut,” tegasnya.

Untuk itu ia berharap, setelah kegiatan ini setiap kapal nelayan yang menggunakan jasa Pelabuhan Perikanan Nusantara, harus memiliki Izin Stasiun Radio kapal laut sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

“Sebelum mengakhiri sambutan ini, saya mengucapkan terima kasih atas kerja sama antara Kantor Loka Monitor Spektrum Frekuensi Radio Ambon dan Kantor PPN Ambon atas terselenggaranya kegiatan ini,” tandasnya.

Dia menambahkan, selama ini nelayan yang menggunakan radio laut kadang tidak menyadari kalau frekuensi yang digunakan itu mengganggu frekuensi penerbangan.

Dengan kegiatan ini sekaligus menjelaskan kepada para nelayan agar ketika menggunakan radio harus mengurangi gangguan frekuensi radio dinas penerbangan yang disebabkan oleh penggunaan frekuensi yang tidak sesuai peruntukan oleh dinas maritime,”  tandasnya. (S-39)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *