AMBON, Siwalimanews – Puluhan mahasiswa Keca­matan Batubual, Kabupaten Buru, Kamis (10/6) melakukan de­monstrasi di Kantor DPRD Maluku akibat merasa dirugikan dengan kondisi listrik yang se­ring padam di wilayah tersebut.

Puluhan mahasiswa ini tiba di gedung DPRD Provinsi Maluku pukul 11.00 WIT dan langsung melakukan orasi.

Ketua Pengkab Pergerakan Mahasiswa Kecamatan Bata­bual, Bahta Gibrihi dalam orasinya mengatakan, masyarakat yang ada  di Kecamatan Batabual saat ini sudah cukup resah dengan kondisi listrik yang terus mengalami pemadaman.

“Masyarakat yang ada di Kecamatan Batabual sangat resah dengan listrik yang terus padam,” ungkap Bahta.

Menurutnya, akibat dari listrik yang sering padam, semua ba­rang-barang rumah tangga elektro­nik mengalami kerusakan, pada­hal PLN harus memperhatikan hal itu.

Baca Juga: 60 Ribu Lebih Warga Gunakan PLN Mobile

Bupati Kabupaten Buru, Ramli Umasugi juga dinilai gagal dalam memenuhi kebutuhan listrik yang adi Kecamatan Batabual, karena kejadian padamnya listrik terus terjadi.

Tak hanya masalah listrik, dalam aksi itu juga puluhan mahasiswa ini mengeluhkan terkait infra­struktur yang sampai saat ini belum dilakukan oleh pemerintah, akibatnya kembali terjadi korban jiwa, akibat masyarakat yang teng­gelam ketika menyeberangi sungai karena tidak miliki akses jalan.

Karena itu, Bahta meminta ada­nya keberpihakan DPRD Provinsi Maluku untuk melihat semua per­soalan yang ada di Kecamatan Batabual. Usai berorasi, para demonstran diterima oleh Ketua Komisi II DPRD Provinsi Maluku, Saodah Tethool.

Di depan puluhan mahasiswa tersebut Tethool berjanji, semua aspirasi yang disampaikan akan ditindaklanjuti bersama mitra komisi, khususnya yang berkaitan dengan permasalahan listrik.

“Semua aspirasi akan kita lihat secara bersama dengan mitra,” janji Tethool.

Menurutnya, persoalan belum teraliri listrik di seluruh Maluku dengan baik akibat regulasi yang dikeluarkan oleh pemerintah, di­mana Maluku dipaksakan meng­gunakan energi baru terbarukan sedangkan infrastruktur tidak mendukung hal itu.

Untuk menjawab tuntutan masyarakat Kecamatan Batabual, Komisi II akan mengundang mitra untuk melakukan pembahasan lebih lanjut.

“Sedangkan terkait jalan, Komisi II akan berkoordinasi dengan Komisi III, karena ini merupakan kewenangan dari Komisi III,” ucapnya.

Usai mendengar penjelasan Ketua Komisi II, puluhan mahasiswa ini kemudian membubarkan diri dengan aman dan tertib. (S-50)