AMBON, Siwalimanews – Upaya pencarian 25 ABK korban KM Hentri yang terbakar di perairan antara Pulau Molu Kepulauan Tanimbar dan Pulau Tanimbar Kabupaten Maluku Tenggara hingga kini belum ditemukan.

Kepala Kantor Basarnas Ambon, Mustari mengungkapkan, pencarian 25 ABK KM Hentri yang hilang masih terkendala cuaca buruk.

“Operasi SAR pencarian terhadap korban terbakarnya KM Hentri direncanakan dilanjutkan,  Basarnas dan unsur potensi SAR tetap stand by  menunggu kondisi cuaca membaik guna pelaksanaan operasi tersebut,” jelas Mustari kepada wartawan, Minggu (12/9).

Dikatakan, sekalipun proses pencarian terhabat kondisi cuaca, namun Basarnas terus melakukan koordinasi dengan Polres Maluku Tenggara, Dandim 1503 Maluku Tenggara serta masyarakat yang berada di sekitar Pulau Tanimbar Kei, guna membantu pelaksanaan operasi pencarian dan memberikan informasi bila menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Basaranas juga berkoordinasi dengan KP 3002 Teluk Ambon milik Polairud Polda Maluku guna bantuan pemantauan dan penyisiran bila melintasi di sekitar area terbakarnya KM. Hentri.

Baca Juga: 4.677 UMKM akan Terima BPUM Produktif

“Kami menerima informasi terkait kapal KP 3002 Teluk Ambon Polairud Polda Maluku yang akan bertolak dari Dobo Kepulauan Aru menuju ke Kota Ambon. Diperkirakan kapal KP 3002 Teluk Ambon Polairud Polda Maluku sore nanti akan bertolak dari Dobo menuju Kota Ambon bila kondisi cuaca memungkinkan, sekaligus kita berkoordinasi agar dibantu pemantauan disekitar TKP,”pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, nasib naas menimpa KM Hentri, kapal penangkap cumi. Kapal itu dari Jakarta terbakar 3 September 2021 di perairan antara Pulau Molu Kepulauan Tanimbar dan Pulau Tanimbar Kabupaten Maluku Tenggara.

Kecelakaan kapal berpenumpan 32 orang itu akibat gelombang tinggi yang menghantam bodi kapal. Hingga berita ini diturunkan, dua awak dinyatakan tewas, 5 orang selamat sementara 25 lainnya dalam pencarian.

Kepala Kantor SAR Ambon, Mustari mengaku pihaknya baru mendapat informasi pada Rabu (8/9) kemarin. Mustari menjelaskan, kapal tersebut berangkat dari Pelabuhan Muara Angke Jakarta hendak menuju Merauke Provinsi Papua.

Selama berlayar sesampainya di perairan Kepulauan Tanimbar, kapal diterjang gelombang setinggi 3 meter sehingga mengalami guncangan hebat dan muncul asap hitam tebal dan kobaran api dari dalam kapal.

“Saat kapal tiba disekitar 50 mil antara perairan Kepulauan Tanimbar dan Pulau Tanimbar Kabupaten Maluku Tenggara ombak besar menghantam kapal.

Kebakaran hebat yang me­lan­-da kapal membuat ABK berusaha menyelamatkan diri dengan cara melompat ke dalam air.

Namun dua orang ABK terjebak di dalam kapal dan dinyatakan meninggal.

“Informasi yang diterima Basarnas Ambon, pada saat KM.Hentri terbakar sebanyak 30 orang ABK melompat menyelamatkan diri ke dalam air dan hanyut terbawa arus sekitar 20 Mil dari Pulau Mulo,” ungkapnya.

Pada tanggal 6 September sekitar pukul 13.00 WIT 5 orang ABK berhasil ditemukan oleh Kapal Motor Pencari Telur Ikan yang berasal dari Pulau Tanimbar Maluku Tenggara dalam keadaan selamat dan dievakuasi ke Desa Mun Pulau Tanimbar Kei guna men­dapatkan perawatan.

“Lima orang berhasil diselamatkan nelayan. Dari keterangan mereka sebanyak 30 ABK melompat ke dalam air dan berenang menjauhi kapal, namun karna tinggi gelombang sebagian dari mereka terpisah dan hilang, hanya kami lima orang yang berhasil selamat,” pungkasnya. (S-45)