AMBON, Siwalimanews – Lapak baru yang dibangun Pemerintah Kota Ambon di masa kepemimpinan Richard Louhenapessy disepanjang jalan Pantai Losari dan Mardika, hingga kini tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Lapak yang dibangun dengan tujuan untuk merelokasi para pedagang Pasar Mardika itu, hingga kini, justru enggan ditempati para pedagang dengan alasan, selain ukuran lapak yang kecil, harga sewanya pun terbilang mahal.

Menyikapi itu, Penjabat Walikota Ambon Bodewin Wattimena menegaskan, jika tidak ditempati, maka lapak-lapak tersebut segera dibongkar.

“Secara teknis itu jadi tanggungjawab Disperindag untuk memindahkan para pedagang. Namun dengan masih ada pedagang yang tak mau tempati, artinya Disperindag dianggap tidak mampu memindahkan para pedagang untuk sementara,” ucap walikota kepada wartawan di Ambon, Sabtu (30/7).

Padahal kata walikota, dampaknya adalah para pegagng yang hingga kini masih menempati terminal yang mengakibatkan mobilisasi angkutan umum tersendat, sehingga para supir angkot terpaksa keluar terminal, dan memilih parkir di luar untuk mencari penumpang.

Baca Juga: Pemkab Aru Tunggak Biaya Kuliah, Wisudawan tak dapat Ijazah

Alasan ketidakmauan para pedagang yang tak mau menempati lapak-lapak itu dan hanya ingin menempati terminal, merupakan benang kusut yang harus diselesaikan.

“Masalah lapak ini, masalah lama. Tapi kalau sekarang jadi persoalan, yah bongkar saja. Percuma, kita bangun pasar secara komprehensif, tapi tidak dipergunakan,” tandas walikota. (S-25)