Lagi, Pejabat BNI Ambon Dicecar

AMBON, Siwalimanews – Pimpinan Bi­dang Pemasaran Bisnis BNI Ca­bang Ambon, Nolly Sa­hu­mena diperiksa penyidik Ditres­krimsus Polda Ma­luku, Selasa (3/12).

Nolly adalah pe­jabat BNI yang me­laporkan pem­bobolan uang na­sabah sebesar Rp 58,9 miliar  oleh Faradiba Yusuf ke Polda Maluku. Penyidik masih membutuhkan ke­terangan tambahan untuk pe­ngem­bangan penyidikan.

“Pak Nolly diperiksa untuk tam­bahan keterangan kepentingan penyidikan, karena ada beberapa yang harus ditanyakan lagi,” kata sumber di Polda Maluku kepada Siwalima, Selasa (3/12).

Ia diperiksa pukul 10.00 hingga 14.00 WIT, dan dicecar puluhan per­tanyaan. “Ada puluhan pertanyaan, tapi tidak bisa dijelaskan,” ujar sumber itu.

Sebelumnya, Ferry Siahainenia saat menjabat Kepala Cabang Utama BNI Ambon juga beberapa kali dicecar. Begitupun dengan auditor Franky Akerina.

Tak hanya Nolly, penyidik juga memeriksa eks Kepala Kas BNI di Unpatti, Hendrik Labobar juga dipe­riksa penyidik. Ia diduga bekerja sama dengan Kepala KCP Unpatti saat itu, Chres Rumahlewang mentransfer sejumlah uang ke Faradiba Yusuf. Uang itu diduga berasal dari SPP dan beasiswa mahasiswa Unpatti.

“Pemeriksaan terhadap Labobar adalah pemeriksaan tambahan, karena Senin kemarin belum se­lesai. Ia masih jadi saksi untuk ka­sus BNI,” jelas sumber itu.

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes M Roem Ohoirat yang dikonfirmasi  soal pemeriksaan mengatakan, siapa saja yang diduga terkait dengan kasus pembobolan BNI Ambon tetapi dipanggil dan diperiksa.

“Pemeriksaan masih berjalan, siapapun yang terkait pasti dipang­gil. Penyidik pasti punya alasan untuk memanggil seseorang untuk diperiksa sebagai saksi,” ujarnya.

Sementara Wakil Rektor II Un­patti, Jantje Tjiptabudi yang dikon­firmasi enggan berkomentar soal dugaan uang Unpatti dibobol.

“Maaf ya, saya no comment soal itu. Bukan ranah saya, silakan tanyakan ke penyidik Polda Maluku. Unpatti tak ada hubungan dengan masalah pembobolan BNI,” tandas Tjiptabudi.

Tjiptabudi juga menjelaskan, Hendrik Labobar bukan pegawai Unpatti, tetapi Kepala Kas BNI di Unpatti. “Pak Labobar bukan pe­gawai Unpatti, dia itu Kepala Kas BNI di Unpatti. Beliau itu pegawai BNI,” ujarnya.

Sebelumnya Hendrik Labobar dicecar penyidik Ditreskrimsus, Senin (2/12), sebagai saksi atas tersangka mantan Kepala KCP Unpatti, Chres Rumahlewang.

Selain Labobar, penyidik juga memeriksa mantan Kepala KCP BNI Masohi Marice Muskitta, Kepala KCP Tual dan Unpatti, Chres Ru­mahlewang sebagai tersangka.

Ketiganya diperiksa pukul 15.00 hingga pukul 18.00 WIT. Selain me­lengkapi berkas tersangka, peme­rik­saan juga sebagai pengemba­ng­an untuk menjerat tersangka baru.

Hingga kini Penyidik Ditreskrim­sus Polda Maluku baru menetap­kan enam orang sebagai ter­sang­ka. Mereka adalah, Faradiba Yusuf, Soraya Pellu, mantan Kepala KCP BNI Masohi Marice Muskitta, KCP Tual dan Unpatti Chres Rumahle­wang, KCP Dobo Maitimu Jusuf Mai­ti­mu, dan mantan Kepala KCP Mar­dika Celo. Padahal masih banyak pihak yang belum disentuh. (S-27)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *