Kurangi Sampah Plastik, Pemprov Serahkan Botol Air Gratis

AMBON, Siwalimanews  – Sebanyak 1.200 botol air atau tumbler diserahkan Pemprov Maluku kepada 12 sekolah penerima penghargaan Adiwi­yata atau sekolah ramah lingkungan di Maluku.

Langkah yang dilakukan pemprov sebagai upaya untuk mengurangi sampah plastik di instansi peme­rintah, dunia pendidikan dan masya­rakat, pasca diluncurkan program Tabaos Gubernur Maluku Bebas Sampah Plastik.

“Hari ini kita serahkan ke SDN 2 Tanah Tinggi yang merupakan salah satu sekolah dari 12 sekolah pene­ri­ma penghargaan Adiwiyata di Ma­luku,” kata Plt Kadis Lingkungan Hidup Maluku, Roy Siauta saat me­nyerahkan botol air gratis, yang dite­rima oleh Kepsek SDN 2 Tanah Ting­gi, Eunike Pietersz, Selasa (8/10).

Penyerahan secara simbolis sudah dilakukan oleh gubernur pada saat meluncurkan program Tabaos Gu­bernur Maluku Bebas Sampah Plas­tik pada 23 September lalu.

“Komitmen pemerintah jelas me­merangi penggunaan sampah plastik termasuk di sekolah,” tandas Siauta.

Dikatakan, pemprov berkeinginan agar siswa juga tahu menjaga ling­kungan, khususnya penggunaan sampah plastik.

“Mari kita bantu pemerintah me­merangi sampah plastik di lingkung­an kita termasuk di sekolah,” ajak­nya.

12 sekolah penerima penghargaan Adiwiyata, yang mendapatkan botol air gratis yakni SD Negeri 2 tanah tinggi, SD Inpres Latta Ambon, SD Negeri Seilale, SMP Negeri  10 Ambon, SMP Negeri 13 Ambon, SMP Negeri 19 Ambon, SMP Kristen I Pulau-pulau Kecil Aru, SMA Negeri 3 Ambon, SMA Negeri 4 Ambon, SMA Negeri 5 Ambon, SMA Negeri 10 Ambon dan SMK Pariwisata Santa Thersia Langgur.

Sementara Kepala SDN 2 Tanah Tinggi, Eunike Pietersz menyampai­kan terima kasih atas perhatian pem­prov kepada sekolah yang dipim­pinnya.

“Kami berterima kash atas ban­tuan pak gubernur kepada sekolah kami. Ini akan jadi motivasi bagi sis­wa untuk jaga lingkungan dan melaksanakan program Maluku bebas sampah plastik,” ujarnya.

Pietersz mengaku, sejak beberapa tahun lalu sekolah yang dipimpinya itu sudah melarang siswa membawa botol air mineral kemasan ke sekolah dan juga wadah makan dari plastik.

“Kita sudah menerapkan dan orang tua siswa sudah diingatkan untuk tidak memberikan anak mereka botol air kemasan kecuali membawa tumbler dari rumah dan sekolah menyiapkan air minum,” tandasnya. (S-39)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *