Namrole, Siwalimanews – Komisi Pemilihan Umum Buru Selatan menggelar sosialisasi pengembangan sistem sosial dan pendidikan pemilih bagi para pemilih pemula.

Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor KPU Bursel, Senin (25/10), menghadirkan 3 pemateri yakni, Ketua DPRD Bursel Muhajir Bahta, Ketua Bawaslu Umar Alkatiri dan Pemda Bursel yang diwakili oleh Satff Kesbangpol Harry Lomaloang.

Ketua KPU Bursel, Syarif Mahulauw dalam sambutannya mengatakan, kegiatan sosialisasi yang dilakukan ini merupakan bagian dari respon terhadap partisipasi pemilih yang berada di bawah angka 70 persen.

Namun untuk Bursel, angka partisipasinya sudah melebihi target, bahkan di Maluku, Bursel merupakan daerah yang partisipasinya tertinggi kedua setelah Kabupaten Maluku Barat Daya.

“Sesuai surat KPU Nomor 847, ada beberapa item yang menjadi sorotan karena partisipasi masih dibawah 70 persen. Selain itu dalam surat tersebut ditekankan terkait daerah yang rawan konflik. Untuk Bursel dalam surat itu masuk dalam kategori lainnya. Yakni partisipasi pemilih lebih dari 70 persen yakni 83% dan merupakan angka tertinggi dalam sejarah pemilihan di Bursel,” ucapnya.

Baca Juga: Disperindag Diminta Tutup Lokasi Reruntuhan Gedung Putih

Keberhasilan peningkatan angka partisipasi pemilih ini menurut Mahulauw, bukanlah kerja sama KPU semata, namun ini semua terjadi atas kerja sama yang baik dari semua elemen.

“Pemilihan sebelumnya, angka partisipasi dibawah 70 persen. Kali ini angka partisipasi di Bursel tertinggi setelah MBD, yang partisipasinya 86%. Semua capaian ini atas kerjasama semua stakeholder pada Pileg dan Pilkada tahun 2020 kemarin,” ucapnya.

Partisipasi tertinggi terjadi di Kecamatan Kepala Madan dan terendah di Kecamatan Leksula.

“Mari kita terus bersinergi supaya partisipasi pemilih di tahun 2024 akan semakin tinggi lagi,” himbaunya.

Disamping itu, Mahulauw juga menyinggung bahwa untuk Pileg 2019 dan Pilkada 2020 tidak ada gugatan di MK. Padahal semua persiapan untuk menghadapi gugatan sudah dipersiapkan pihaknya.

Namun dirinya mengaku, pada Pilkada 2024, diprediksi akan ada banyak gugatan yang disampaikan ke MK, sebab saat ini pemilih di Bursel sudah cerdas.

“Pemilihan tahun 2024 dalam prediksi kami cukup tinggi. Kami tidak lengah dan tetap bersiaga kemungkinan terjadinya gugatan dan kami siap untuk itu,” paparnya.

Dijelaskan, proses tahapan Pilkada serentak akan dimulai sekitar bulan April 2022. Namun semua itu masih menunggu regulasi undang- undang.

“Kami tetap ikhtiar dan siap menyambut proses itu berjalan. Terima kasih kepada setiap pokja yang sudah mensukseskan Pileg dan Pilkada tahun kemarin,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Bursel Muhajir Bahta mengapresiasi KPU Bursel yang sudah berusaha maksimal sehingga angka partisipasi pemilih naik melebihi target.

“Sebagai Ketua DPRD dan Ketua parpol sangat berterima kasih dan mengapresiasi kinerja KPU dan semua stakeholder sehingga partisipasi pemilih pada pemilu bisa mencapai 83 persen,” ujarnya.

Untuk diketahui, hadir dalam kegiatan itu Kapolres Pulau Buru yang diwakili Kanit Reskrim Polsek Namrole Aiptu Jemy Ririhena, para pimpinan parpol, OKP dan Ormas, PWI, dan para Ketua Osis SMA dan SMK di Kota Namrole. (S-35)