Korupsi Dana MTQ, Pejabat Bursel Dicecar Jaksa

NAMROLE, Siwalimanews – Tim penyidik Kejari Buru memeriksa sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Buru Selatan di Mapolsek Namrole, Kamis (26/9) terkait dugaan korupsi dana MTQ XXVII Tingkat Provinsi Maluku Tahun 2017 sebesar Rp 28.748.200.000,00.

Pemeriksaan dilakukan, pasca status kasus ini dari tahap penyelidikan ke penyidikan.

Mereka yang dicecar adalah Ke­pala Dinas Perhubungan Sukri Mu­hammad, Kabag Kesra Mansur Mony, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Semy Tuhumury, Benda­hara Hibah Fath Salampessy dan Bendahara LPTQ Kabupaten Bursel Irma Letetuny.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Semy Tuhumury terli­hat mendatangi Mapolsek Namrole sekitar pukul 11.15 WIT dan baru selesai menjalani pemeriksaan pukul 12.25 WIT.

Kabag Kesra Mansur Mony men­datangi Mapolsek pukul 10.30 WIT, dan kemudian keluar 12.30 WIT. Namun kembali lagi pukul 16.10 dan baru pulang 18.40 WIT.

Sementara Bendahara Hibah Fath Salampessy mendatangi Mapolsek pukul 13.35 WIT. Namun ia hanya sebentar. Sekitar pukul 13.40 WIT, ia sudah terlihat keluar meninggalkan Mapolsek.

Sedangkan Bendahara LPTQ Kabupaten Bursel Irma Letetuny mendatangi Mapolsek pukul 12.25 WIT, dan selesai menjalani pemerik­saan pukul 16.30 WIT.

Kemudian Kepala Dinas Perhu­bungan Sukri Muhammad menda­tangi Mapolsek pukul 18.05, dan pulang 19.25 WIT.

“Sudah selesai, hanya menyam­pai­kan berkas-berkas saja,” kata Sukri singkat kepada wartawan saat dicegat di depan Mapolsek.

Begitu pun dengan Kabag Kesra Mansur Mony. Ia juga tak mau ba­nyak komentar.

“Sudah selesai, permisi ya,” kata Mansur singkat.

Kasi Pidsus Kejari Buru Ahmad Bagir kepada wartawan mengatakan, pemeriksaan terhadap para saksi akan dilanjutkan Jumat (27/9). “Besok masih lanjut periksa saksi lagi,” ujarnya.

Bagir menjelaskan, BAP para saksi sudah ada saat pemeriksaan di ta­hap penyelidikan, sehingga peme­rik­saan tahap penyidikan tidak me­makan waktu lama.

“BAP para saksi kan sudah ada, cuma dilengkapi saja. Jadi metode pemeriksaannya berbeda. Jadi peme­riksaan juga tidak lama,” terangnya.

Rugikan Negara

Seperti diberitakan, sesuai lapor­an hasil pemeriksaan atas BPK Per­wakilan Provinsi Maluku Nomor: 8.A/HP/XIX.AMB/06/2018 tanggal 25 Juni 2018 yang ditanda tangani oleh Muhammad Abidin selaku penanggung jawab pemeriksaan, dijelaskan pada tahun 2017, terdapat pemberian hibah uang kepada LPTQ Kabupaten Bursel senilai Rp 26.270.000.000,00 untuk pelaksana­an kegiatan MTQ Tingkat Provinsi Maluku XXVII.

Pemberian hibah ini berdasarkan permohonan proposal dari LPTQ kepada bagian keuangan BPKAD pada tanggal 3 Februari 2017. Na­mun, proposal tersebut tidak disertai dengan rencana penggunaan dana.

Penyaluran dilakukan dalam dua tahap, masing-masing senilai Rp. 13.135.000.000,00, dari bendahara pengeluaran BPKAD ke rekening LPTQ Kabupaten Bursel.

Berdasarkan hasil pemeriksaan BPK Perwakilan Maluku, ada dana sekitar Rp 10.684.681.624,00 yang tak bisa dipertanggungjawabkan. (S-35)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *