AMBON, Siwalimanews – Komisi IV DPRD Provinsi Maluku bakal melayangkan panggilan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Insun Sangadji dan juga penanggung jawab catering SMA Siwalima.

Anggota komisi IV DPRD Provinsi Maluku Rostina kepada Siwalimanews melalui telepon selulernya, Jumat (18/11) mengaku, komisi sangat menyesalkan kejadian yang menimpa puluhan siswa SMA unggulan Siwalima.

“Senin, kita akan panggil Kadis Pendidikan termasuk penyelenggaraan catering makanan untuk dimintai keterangan alasan kenapa hal ini bisa terjadi,” janji Rostina.

Pasca keracunan makanan tersebut kata Rostina, Balai POM Maluku harus bertindak dengan melakukan uji sampel terhadap makanan yang dikonsumsi para siswa, agar diketahui penyebab dari keracunan mereka apakah dari makanan atau ada hal lainnya.

Ia juga minta, semua pihak terkait tidak boleh main-main dengan kejadian keracunan makanan ini, sebab  akibat peristiwa ini telah mengancam nyawa generasi penerus Maluku yang berasal dari 11 kabupaten/kota.

Baca Juga: Komisi I Desak Polisi Usut Kasus Dugaan Keracunan di SMA Siwalima

Rostina menilai adanya kelemahan dari sisi pengawasan, baik dari Dinas Pendidikan maupun sekolah, sebab sejauh ini sudah ada keluhan terkait dengan kualitas makan yang dikonsumsi oleh para siswa, dan itu telah disampaikan kepada dinas.

“Keluhan ini sudah pernah masuk dan komisi sudah pernah sampaikan kepada dinas tentang rendahnya mutu dan kualitas makanan yang dikonsumsi oleh siswa SMA Siwalima,” tandas Rostina.

Politisi PKS Maluku ini berharap, kedepannya akan ada pemeriksaan makanan siswa secara berkala yang dilakukan oleh Balai POM, demi menghindari kejadian serupa diwaktu-waktu mendatang.

Seperti diberitakan, puluhan siswa dan siswi SMA Siwalima Ambon harus dilarikan ke ruang UKS lantaran diduga mengalami keracunan makanan.

Informasi yang berhasil dihimpun Siwalimanews, Jumat (18/11), sedikitinya ada sekitar 70 siswa dan siswi yang mengalami sakit, yang diduga akibat keracunan makanan yang terjadi sejak, Kamis (17/11) kemarin.

Salah satu oranbg tua siswa yang enggan namanya dipublikasikan ini mengaku, kondisi yang dialami anaknya itu mulai dari rasa sakit pada perut, mual dan juga mengalami panas tinggi.

“Kejadiannya sejak kemarin, pihak sekolah justru berharap para orang tua ambil anaknya masing-masing untuk dirawat, lalu kalau yang orang tuanya di luar Ambon, bagaimana, ini sejak kemarin sampai hari ini, anak-anak yang sakit terus bertambah. Ini menyangkut nyawa anak,” ucap sumber yang anaknya juga menjadi korban keracunan.

Ia juga mengaku, peristiwa ini sudah sering terjadi di sekolah tersebut, namun masih dalam jumlah sedikit dan tidak terlalu parah, sehingga dibiarkan berlalu. Namun pada hari ini, kondisinya parah, dan jumlah anak yang mengalami hal ini terus bertambah hingga saat ini mencapai kurang lebih 70 anak.

Ia menduga, anak-anak ini keracunan berasal dari makanan yang dikonsumsi di asrama sekolah tersebut, dimana diketahui, makanan yang disajikan bagi para siswa/i, disediakan oleh pihak ketiga yang bekerjasama dengan pihak sekolah untuk pengadaan makanan, yang tidak lain pihak ketiga tersebut adalah adik kandung dari Gubernur Maluku.

Terkait peristiwa itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Maluku, Insun Sangadji yang dikonfirmasi Siwalimanews di Ruang kerjanya, Jumat (18/11) mengaku, baru mengetahui informasi tersebut hari ini, dan dirinya akan meninjau langsung kondisi para korban.

“Saya baru tahu hari ini dan sudah berkoordinasi, sudah ada penanganan medis disana, dan saya juga mau turun sekarang,” ujarnya. (S-20)