AMBON, Siwalimanews – Arah koalisi antara Partai Golkar dan Gerindra dalam mengusung pasangan calon di pilkada Kabu­pa­ten Maluku Barat Daya (MBD) sepertinya men­dekati final. Dukungan dari dua partai pemilik mayo­ritas kursi di DPRD Kabu­paten MBD itu dikabarkan tinggal menunggu penyerahan rekomendasi saja.

Ketua DPD Partai Golkar Maluku, Ramli Umasugi kepada Siwalima Kamis (6/8) menegaskan, arah koalisi antara Gerindra dan Golkar dalam mengusung pasangan calon dalam pilkada Kabupaten MBD tinggal menunggu penyerahan rekomendasi.

“Hampir pasti tinggal penyerahan rekomendasi saja,” kata Umasugi.

Soal siapa kandidat yang akan diusung dua partai ini dalam pilkada MBD, Umasugi mene­gaskan Golkar-Gerindra akan mengusung Nikolas Kilikily dan Bastian Petrus. “Yang pasti Niko-Bastian,” ujar Umasugi singkat

Sementara itu, dari informasi yang dihimpun Siwalima, penyerahan rekomendsi tersebut akan dilakukan besok, Sabtu 8 Agustus 2020. Umasugi yang dikonfirmasi perihal kebenaran waktu penyerahan rekomendasi juga mengakuinya.

“Iya, kemarin informasinya begitu kalau tanggal 8 ini,” ungkap Umasugi.

Meskipun demikian, Umasugi menegaskan agenda penyerahan rekomendasi ditanggal 8 mendatang sebagaimana yang diinformasikan harus ditunda oleh DPP, dikarenakan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto yang juga Menteri Koordinator Bidang Perekono­mian sedang memiliki agenda lain yang tidak bisa ditinggalkan.

“Tapi tanggal 8 itu Ketua Umum ada agenda lain, maka semuanya dipending,” pungkas Umasugi.

Ditanya soal, fisik rekomendasi yang nantinya diserahkan langsung oleh ketua umum, Umasugi menegaskan jika persoalan fisik rekomendasi menjadi wewenang dari pihak DPP, sehingga dirinya tidak bisa berkomentar apapun.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Gerindra Maluku, Hendrik Lewerissa saat dikonfirmasi Siwalima, Rabu (05/8) mengatakan terkait dengan rekomendasi merupakan kewenangan DPP, sehingga DPD Maluku hanya menunggu keputusan DPP terkait arah koalisi.

“Soal rekomendasi untuk pilkada MBD, kami hanya menunggu arahan DPP karena itu merupakan kewenangan DPP bukan DPD,” kata Lewerissa.

Ditanya soal sikap DPD, Lewerissa enggan berkomentar sembari menegaskan jika hal arah politik hanya menunggu keputusan DPP.

Sebelumnya diberitakan, Koalisi Partai Gerindra dan Partai Golkar menuju Pilkada MBD bakal terwujud. Partai berlambang beringin ini telah berhasil meyakinkan Gerindra untuk berkoalisi. Intensitas komunikasi terus dirajut kedua partai untuk menyatu menghadapi lawan-lawan mereka di perhelatan pesta demokrasi MBD Desember 2020 mendatang.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPD Partai Gerindra Maluku, Melkias Sairdekut kepada wartawan mengatakan, upaya komunikasi politik untuk membentuk koalisi antara Partai Gerindra dan Partai Golkar tinggal menunggu keputusan akhir.

“Upaya kearah situ untuk Gerindra sementara dilakukan tinggal menunggu keputusan akhir saja,” ungkap Sairdekut, Selasa (4/8).

Sairdekut menjelaskan, sebagian pihak menganggap titik terang koalisi hanya terjadi apabila fisik rekomendasi sudah ada, namun walaupun fisik rekomendasi belum diberikan tetapi upaya  kearah koalisi kedua partai terus dilakukan.

“Bagi Partai Gerindra pasca konstelasi lokal di MBD, hari ini tinggal menunggu arahan DPP untuk memutuskan sikap politik Gerindra,” tegasnya.

Sairdekut yang juga Wakil Ketua DPRD Maluku ini menegaskan, jika rekomendasi untuk pilkada MBD dipastikan akan keluar sebelum waktu pendaftaran pasangan calon pada September mendatang.

“Pokoknya rekomendasi Gerindra akan keluar sebelum pendaftaran entah itu melakukan perubahan terhadap pasangan atau tidak itu menjadi kewenangan DPP,” katanya.

Sementara itu, salah satu Wakil Ketua DPD Golkar Maluku Suban Pattimahu mengatakan, secara khusus untuk masalah kontestasi politik di MBD dimana komunikasi politik antara Partai Golkar dan Gerindra terus dibangun dan dalam waktu dekat keputusan terkait dengan rekomendasi sudah dikeluarkan oleh DPP.

“Komunikasi terus dilakukan kearah koalisi dan dalam waktu dekat sebelum pendaftaran calon keputusan sudah keluar,” tutur Pattimahu.

Menurutnya, kerja tim seleksi di daerah telah dilalui baik kabupaten maupun provinsi dan telah dilimpahkan ke DPP, sehingga bagi DPD Golkar Maluku hanya menunggu hasil komunikasi yang dilakukan antara kandidat Nikolas Kilikily dengan Bastian Petrus maupun kedua partai ini.

Pattimahu juga tetap mengharapkan elit Partai Golkar tetap berpegang pada pernyataan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto yang menekankan jika Ketua DPD Golkar akan diprioritaskan untuk maju dalam pilkada, termasuk di MBD.

“Mudah-mudahan Golkar bisa menjadi peserta pilkada di MBD dengan mengusung kadernya sendiri dan tentunya harapan besar kalau itu terjadi antara Golkar dengan Gerindra ,” tandasnya.

Pattimahu juga optimis jika Partai Golkar dan Partai Gerindra berkoalisi untuk mengusung satu kandidat, maka tentunya tidak mudah bagi incumben untuk dapat memenangkan pertarungan di 9 Desember 2020 mendatang.

“Kami yakin kekuatan dan mesin Partai Golkar akan turun bekerja maskimal untuk memperjuangkan kemenangan bagi pasangan yang diusung Golkar dan Gerindra nantinya,” pungkas Pattimahu. (Cr-2)