DOBO, Siwalimanews – Ketua Klasis Pp Aru, Pendeta H Musa menegaskan, tahun ini di Kabupaten Kepulauan Aru akan melangsungkan Pilkada pada 9 Desember mendatang, maka perlu ditegaskan, Sikap GPM adalah netral.

“Tahun ini merupakan tahun politik, maka sikap GPM adalah netral,” tandas Musa dalams sambutannya saat persidangan Klasis Pulau-Pulau Aru ke-53 yang berlangsung di Gedung gereja Bethel Dobo, Selasa (28/7).

Untuk itu ia menghimbau kepada seluruh jemaat untuk menghindari hal-hal yang dapat saja menyeret GPM ke dalam praktek-praktek politik praktis yang akan bermuara kepada perpecahan dalam jemaat serta  hindari upaya untuk mempertajam politik identitas.

“Sebagai pimpinan gereja di klasis ini saya ajak semua umat dan pelayan doakanlah terus agar pilkada ini akan berlangung dengan aman, lancar dan sukses. Gunakanlah hak politik kita secara tertanggungjawab untuk memilih pasangan calon yang diyakini dapat membawa perubahan demi kemaslahatan hidup orang banyak,” himbaunya

Selain itu kata Musa, persidangan ke-53 Klasis GPM Pulau-Pulau Aru kali ini, diselenggarakan dalam suasana istimewa dan mungkin ini adalah Persidangan pertama dalam sejarah pelayanan GPM pada umumnya dan Iebih khusus lagi Klasis Pp Aru.

Baca Juga: HUT ke-12, Pemkab MBD Peroleh WTP

“Persidangan ini menjadi istimewa karena secara normal dalam agenda tahunan gerejawi, bulan Juli bukanlah bulan pelaksanaan persidangan gerejawi untuk mengevaluasi program dan anggaran tahun lalu, tapi bulan Juli adalah bulan untuk mengevaluasi program dan anggaran semester tahun berjalan,” ucapnya.

Keistimewaan Iain dari persidangan ini kata dia, adalah berlangsung dalam masa kedaruratan pelayanan yang telah ditetapkan oleh MPH Sinode, karena covid-19, oleh karena itu sidang Klasis ke-53 ini diperpendek menjadi 1 hari yang didahului dengan pra sidang.

Sebelumnya Ketua MPH Sinode GPM Pendeta A J S Werinussa saat membuka persidangan tersebut melalui video streaming mengatakan, kondisi Covid-19 ini diprediksi belum akan berakhir di tahun ini, bahkan mungkin masih terjadi tiga hingga empat tahun kedepan.

Oleh karena itu, ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian dalam melaksanakan gerak pelayanan di tahun 2020.

“Tingkatkan terus pastoralia kepada keluarga-keluarga jemaat, jangan tunggu perkunjungan menjelang perjamuan kudus baru kita datang ke rumah-rumah dan perkunjungan non formal harus menjadi aktifitas rutin yang tak boleh diabaikan,” ujar Werinussa.

Selain itu Werinusaa juga minta Jadikanlah keluarga sebagai rumah doa, dimana ibadah dan pengajaran iman kristiani senantiasa dilaksanakan serta kembangkanlah terus aksi-aksi diakonal kepada umat, terutama yang paling membutuhkan bantuan ekonomi dalam bentuk sembako maupun modal.

“lkutlah seluruh anjuran pemerintah dalam kaitan dengan protokol kesehatan, pola hidup sehat, rajin cuci tangan, pakai masker, jaga jarak, hindari kerumunan sehingga kita dapat menjalani kehidupan dengan baik,” ujarnya.

Untuk diketahui persidangan Klasis Pulau-Pulau Aru ke-53 tersebut berlangsung dibawah sorotan tema: Allah Kehidupan, Tuntunlah Kami Untuk Membela dan Merawat Kehidupan (Kejadian 2:7, 15-17) dan Sub Tema Bersama-sama Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia dan Alam Semesta Sebagai Panggilan Iman Menghadapi Tantangan Zaman Dalam Kehidupan Bergereja, Masyarakat, Berbangsa dan Bernegara. (S-25)