AMBON, Siwalimanews – Kerugian materil akibat kebaran hebat yang terjadi di kawasan kopertis tepatnya di Lorong Cantik RT 002/RW 006, Kecamatan Sirimau Kota Ambon Sabtu (11/7), ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Ambon, Edwin Pattikawa kepada Siwalima melalui pesan WhatsApp, Sabtu (11/7) mengatakan, insiden yang terjadi tersebut disebabkan oleh korsleting yang berasal dari warung dan menyebar ke kios sehingga membakar membakar sepeda motor dan angkot yang sementara itu diparkirkan di depan warung tersebut.

Alhasil dari kejadian tersebut kondisi dua warung dan kios terbakar hangus, dan kerusakannya mencapai 100 persen. Sementara empat unit sepeda motor yang ikut diparkir di seputaran kios tersebut juga hangus terbakar.

Selain empat unit sepeda motor terdapat juga satu unit mobil angkot yang diparkirkan tepat di dekat lokasi sumber kebakaran yang juga mengalami kerusakan sekitar 50 persen.

“Jadi itu ditaksir keerugian materil ratusan juta. Sekitar Rp 150 Juta,” kata Pattikawa.

Baca Juga: Makoden Gegana Terapkan Protokol Kesehatan

Pattikawa mengaku melalui laporan warga, petugas pemadam langsung beraksi menjinakan si jago merah. Pihak damkar mengerahkan  sebanyak tiga unit mobil disertakan 1 unit mobil tangki ke TKP. Selain itu damkar dibantu juuga oleh masyarakat setempat dan Polri.

Kebakaran di Kopertis

Seperti yang diberitakan sebelumnya, kebakaran besar melanda kawasan kopertis tepatnya di lorong Cantik RT 002 / RW 006, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Sabtu (11/7), sekitar pukul 00.15 WIT.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut, namun empat unit sepeda motor serta 1 mobil angkot dan 1 kios ludes terbakar

Informasi yang dihimpun Siwalima, kebakaran diduga bermula dari kendaraan bermotor yang terparkir di belakang kios, milik Dani Salmon.

Kebakaran tersebut kemudian merembet sehingga menghanguskan 4 unit sepeda motor yang terparkir berderet serta kios  milik keluarga Salmon. Tak hanya sepeda motor dan kios, 1 unit mobil angkutan kota yang terparkir tidak jauh dari kios turut terbakar.

James  Tetelepta saksi mata yang melihat kejadian itu kepada Siwalima menyebutkan, kebakaran diketahui saat dirinya hendak pulang kerumah yang jaraknya tidak jauh dari TKP,  saat itu sempat terdengar suara ledakan yang diduga berasal dari kendaraan bermotor yang terparkir disekitar kios, yang diduga menjadi titik awal api.

“Jadi warga sekitar mendengar ledakan, sebelum diketahui adanya kebakaran, setelah di cek  api sudah membesar dan membakar habis kios serta sejumlah kendaraan disekitar,” jelas Tetelepta.

Diketahui penyebab api membesar lantaran terdapat drum minyak tanah di kios yang terbakar. Hal itu juga yang  membuat warga disekitar TKP mengalami kesulitan dalam memadamkan api. Tak lama kemudian, 2 unit mobil damkar milik Pemkot Ambon tiba di TKP dan memadamkan api. Tak perlu waktu lama, api akhirnya dipadamkan.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kerugian yang terjadi yakni kerugian materil, berupa 4 unit sepeda motor dan 1 unit mobil angkot yang nyaris ludes terbakar.

Kapolsek Sirimau AKP Egidio Sumilat saat dikonfirmasi Siwalima Sabtu (11/7) membenarkan kejadian itu, namun menurutnya kios yang terbakar itu sudah hampir tiga bulan tak dibuka.

“Kios ini sudah lama tak dibuka, sudah hampir 3 bulan. Kalau untuk kendaraan yang terbakarkar kemungkinan besar pemiliknya biasa parkir kendaraanya disitu,” ucapnya.

Ditambahkan, saat kejadian anggota polsek turun mengamankan lokasi dengan memasang police line serta melakukan olah TKP. Sementara untuk penyebab kebakarannya masih dalam lidik. (Mg-6)